Just another WordPress.com weblog

A. Soal Jawaban Singkat
1. karateristik
Soal jawaban singkat adalah soal yang menuntut peserta tes untuk memberikan jawaban singkat berupa kata, prase, nama, tempat, nama tokoh, lambang, atau kalimat yang sudah pasti.
2. kemampuan yang diukur
Bentuk soal jawaban singkat sangat tepat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta tes yang sangat sederhana. Kemampuan yang dikur dengan jawaban singkat adalah kemampuan menyebutkan istilah, kemampuan menyebutkan fakta, kemampuan menyebutkan prinsip, kemampuan menyebutkan metode atau prosedur, kemampuan menginterpretasi data sederhana, kemampuan memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan anakadan kemampuan melengkapi persamaan.
3. Jenis Soal
Dari segi rumusan kalimatnya, soa! jawaban singkat dapat berupa kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat yang tidak lengkap.
Soal jawaban singkat dengan kalimat perintah, misalnya:
1. Tuliskan ibu kota propinsi Sulawesi Tenggara
2. Sebutkan alat indera untuk melihat
3. Sebutkan warna bunga mawar.

Soal jawaban singkat dengan kalimat tanya misalnya:
1. Apa nama ibukota Negara Indonesia?
2. dengan cara apa korupsi diberantas?
3. Dimanakah terjadinya gempa sunami?
Soal jawaban singkat dengan kalimat yang tidak lengkap misalnya:
1. Alat ini dinamakan…..
2. peta disamping menunjukkan Negara …..
3. gambar ini menunjukkan permainan……..
4. Penskoran
Penskoran dalam soal jawaban singkat dapat dilakukan setelah soal tersebut digunakan. Penskoran soal jawaban singkat sangat mudah dilakukan, skor 1 (satu) diberikan apabila jawaban benar, dan skor 0 diberikan apabila jawaban salah.
5. Keunggulan dan Kelemahan
Soal jawaban singkat adalah salah satu bentuk soal yang mudah dibuat, khususnya karena berkaitan dengan hasil pembelajaran yang sangat sederhana, yaitu umumnya kemampuan yang biasa diukur. Salah satu keunggulan soal jawaban singkat adalah siswa harus memberikan jawaban secara tertulis, hal ini menguntungkan karena bentuk soal jawaban singkat mengurangi kemungkinan adanya siswa yang menebak jawaban soal.
Kelemahan soal jawaban singkat adalah
1. Sukar untuk mengukur hasil belajar yang kompleks
2. Sukar dalam hal penskoran, apabila penulis soal tidak menyajikan kunci jawaban yang tepat
3. Adanya kemungkinan kesalahan penulisan jawaban
6. Kaidah Penulisan Jawaban Singkat
Beberapa saran beriktu dapat membantu para dalam mengembangkan tes jawaban singkat sehingga dapat menyajikan soal yang terjamin kesahihannya.
1. Rumusan butir soal harus sesuai dengan kemampuan (kompetensi dasar dan indikator).
2. Rumusan butir soal harus menggunakan bahasa yang balk, kalimat singkat, dan jelas sehingga mudah dipahami.
3. Jawaban yang dituntuk oleh butir berupa kata, frase, angka, simbol, tahun, tempat dan sejenisnya harus singkat dan pasti.
4. rumusan butir soal tidak merupakan kalimat yang dikutip Iangsung dari suatu buku.
5. Hindari rumusan butir soal yang mengandung petunjuk pada kunci jawaban.
6. Apabila rumusan butir soal dalam bentuk kalimat yang be!um Iengkap, bagian yang dikosongkan untuk diisi oleh peserta tes maksimum dua untuk satu kalimat soal.
B. Soal benar dan salah
Karakteristik
Soal benar salah terdiri dari dua bagian yaitu bagiam pertama ada!ah alternatif jawaban benar sa!ah(B – S) yang harus dipilih oleh peserta didik, dan bagian ke dua adalah pernyataan yang harus direspon oleh peserta didik. Jika pernyataan benar menurut peserta didik maka is akan memilih jawaban benar (B), dan jika menurut peserta didik pernyataan itu salah maka is akan memilih jawaban salah (S).
Jumlah alternatif jawaban (B – S) harus sama dengan jurniah pernyataan. Ciri khusus bentuk benar salah ada!ah terbatas pada mengukur kemampuan mengidentifikasi informasi berdasarkan hubungan yang sederhana. Bentuk soar benar salah dapat juga menggunakan gambar, tabel, dan diagram.
Kemampuan yang Diukur
Bentuk soal benar salah sangat balk untuk mengukur kemampuan peserta didi yang sangat sederhana, yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi kebenaran fakta yang disajikan dalam soak Jika fakta yang disajikan benar menurut peserta didik maka ia akan memilih jawaban benar (B), sebaliknya jika fakta yang disajikan salah menurut peseta didik maka ia akan memilih jawaban salah (S).
Contoh soal benar salah
1. B — S Gaya adalah sesuatu yang mengubah kedudukan atau bentuk benda.
2. B — S 25% dari 44 adalah kurang dari 12
3. B — S UUD 1945 telah diamandemen sebanyak 4 kali
4. B — S UUD 1945 tidak boleh dirubah substansinya.

Jenis Soal
Bentuk soal benar salah terdiri atas benar tidak benar, tepat tidak tepat, ya tidak, fakta atau pendapat, dan setuju tidak setuju. Berdasarkan jawaban peserta didik dan penskorannya maka soal benar salah adalah soar yang menuntut peserta didik untuk memilih satu jawaban yaitu B kalau benar dan S kalau salah

Penskoran
Penskoran soal benar salah sangat sederhana karena menggunakan penskoran dikotomi yaitu skor 1 kalau jawaban benar dan skor 0 kalau jawaban salah.
Keunggulan dan kelemahan
Keunggulan soal benar salah adalah
1. Mudah penyusunanya
2. Mudah penskorannya
3. banyak pokok bahasan, atau kompetensi dasar dan indikator yang dapat dicakup dalam soal karena peserta didik dapat merespon soal dalam jumlah banyak dengan waktu singkat.

Kelernahan soal benar salah adalah:
1. Soal benar salah hanya dapat digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif.
2. Tingginya peluang peserta didik untuk menebak jawaban benar karena pada soal benar salah peserta didik mempunyai peluang 50% untuk menjawab benar, sehingga skor tinggi belum tentu menggambarkan kemampuan tinggi.
3. Guru kesulitan dalam menginterpretasi kemampuan peserta didik yang sebenarnya, sehingga sulit bagi guru untuk memutuskan apakah peserta didik sudah memiliki kemampuan yang sesuai dengan yang diukur dalam soal.

Kaidah penulisan
Agar dapat menghasilkan soal benar salah yang relatif baik maka ada beberapa kaidah penulisan soal yang harus diikuti yaitu:
1. Hindari penyataan yang sangat umum, seperti penggunaan kata selalu, umumnya, seringkali, kadang-kadang,tidak pernah, semua, dan tidak ada.
2. Hindari pernyataan yang berlebihan, seperti penulisan soal yang berliku-liku, panjang lebar, atau soal cerita. Soal benar salah harus dirumuskan dengan singkat, jelas dan tegas.
3. Hindari pernyataan negatif, sepeti bukan, tidak, kecuali, tak, dan lain sebagainya.
4. Soal hendaknya tidak menjurus kejawaban tertentu, seperti kadang-kadang, pasti, selalu, dan tidak satupun.
5. Jumlah soal yang benar sama sama dengan jumlah soal yang salah.
Contoh soal:
1. Mahasiswa memiliki andil ketika jatuhnya rezim Soeharto yang menandai berakhirnya orde baru. (B/S)
2. Organisasi aksi mahasiswa yaitu PGI merupakan salah satu organisasi yang ikut menuntut TRITURA(Tiga Tuntutan Rakyat). (B/S)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 133 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: