Just another WordPress.com weblog

KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada kehadirat Allah yang maha kuasa karena berkat rahmat dan hidayahnya penulis bisa menyelesaikan makalah kasus dengan sebaik-baiknya. Solawat serta salam tercurahkan kepada Rasul akhir zaman muhammad saw kepada sahabatnya, tabiin, dan keluarganya serta pengikutnya dan rahmatnya semoga tercurah kepada kita.
Tak lupa kusampaikan salamku pada Dosen mata kuliah Strategi Pembelajaran 2 kuucapakan banyak terimakasih. Kusampaikan terimakasih ku juga kepada teman-teman yang sudah membantu terselesainya makalah ini.
Dan segala kelebihan dan kesempurnaan hanya milik Allah, dan bila ada kekurangan dalam makalah kasus ini mohon saran dan kritikan ataupun tangapan dari teman-teman ataupun dosen.
Sekian dan terimakasih

Manado,..Juni 2011

Penulis

BAB I
METODE-METODE DALAM PROSES PEMBELAJARAN

1. Pengertian Metode Mengajar
a) Pengertian Metode Mengajar
Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. pengertian lain ialah tekhnik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik secara individual atau secara kelompok/klasikan, agar pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Makin baik metode mengajar, makin efektif pula pencapaian tujuan.
Didalam kenyataanya, cara atau metode mengajar yang digunakan untuk menyampaiakn informasi berbeda dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan, ketrampilan, dan sikap (kognitif, psikomotor, efektif). khusus metode mengajar di dalam kelas, efektivitas suatu metode dipengaruhi oleh faktor tujuan, faktor siswa, faktor situasi, dan faktor guru itu sendiri.
Didalam penggunaan satu atau beberapa metode syarat-syarat berikut ini harus diperhatikan:
1. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat membangkitkan motif, minat, atau gairah belajar siswa.
2. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat menjamin perkembangan kegiatankepribadian siswa.
3. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan ahsil karyanya.
4. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat merangsang keingginan siswa untuk belajar lebih lanjut, melakukan eksplorasi dan inovasi (pembaharuan).
5. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat mendidik murid dalam tekhnik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi.
6. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat mentiadakan penyajian yang bersifat verbalitas dan emngantinya dengan pengalaman atau situasi yang nyata dan bertujuan.
7. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat menanamkan dan mengembnagkan nilai-nilai dan sikap-sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baikdalam kehidupan sehari-hari.
B. Macam-Macam Metode Mengajar dan Penggunaanya.
1. Metode Demonstrasi
Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu. Demonstrasi merupakan praktek yang diperagakan kepada peserta. Karena itu, demonstrasi dapat dibagi menjadi dua tujuan: demonstrasi proses untuk memahami langkah demi langkah; dan demonstrasi hasil untuk memperlihatkan atau memperagakan hasil dari sebuah proses.Biasanya, setelah demonstrasi dilanjutkan dengan praktek oleh peserta sendiri. Sebagai hasil, peserta akan memperoleh pengalaman belajar langsung setelah melihat, melakukan, dan merasakan sendiri. Tujuan dari demonstrasi yang dikombinasikan dengan praktek adalah membuat perubahan pada rana keterampilan
a) Kelebihan metode demonstrasi, yaitu:
• Perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang diberikan
• Kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh yang konkrit
• Memberi motivasi yang kuat untuk siswa agar lebih giat belajar
• Siswa dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung
b) Kelemahan metode demonstrasi, yaitu:
• Bila alatnya terlalu kecil atau penempatannya kurang tepat menyebabkan demonstrasi itu tidak dapat dilihat jelas oleh seluruh siswa
• Bila waktu tidak tersedia cukup, maka demonstrasi akan berlangsung terputus-putus atau berjalan tergesa-gesa.

3. Metode Simulasi
Metode simulasi merupakan cara mengajar dimana menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat sesuatu dengan kata lain siswa memegang peranaan sebagai orang lain.
a).Kelebihan metode simulasi, yaitu:
• Dapat menyenangkan siswa
• Menggalak guru untuk mengembangkan kreatifitas siswa
• Eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya
• Mengurangi hal-hal yang verbalistik
• Menumbuhkan cara berfikir yang kritis
b).Kelemahan metode simulasi, yaitu:
• Efektifitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset
• Terlalu mahal biayanya
• Banyak orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan elemen-elemen penting
• Menghendaki pengelompokan yang fleksibel
• Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan siswa
5. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu dan tempat tertentu. Dengan kata lain metode ini adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ini disebut juga dengan metode kuliah atau metode pidato. Untuk bidang studi agama, metode ceramah ini masih tepat untuk dilaksanakan. Misalnya, untuk materi pelajaran akidah.
a) Kelebihan metode ceramah, yaitu:
• Materi yang diberikan terurai dengan jelas
b).Kekurangan metode ceramah, yaitu:
• Guru lebih aktif sedangkan murid pasif karena perhatian hanya terpusat pada guru saja.
• Murid seakan diharuskan mengikuti segala apa yang disampaikan oleh guru, meskipun murid ada yang bersifat kritis karena guru dianggap selalu benar
8. Metode Karya Wisata
Metode karya wisata merupakan metode mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa kesuatu tempat atau obyek tertentu diluar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu.
a).Kelebihan metode karya wisata, yaitu:
• Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas obyek karya wisata itu serta mengalami dan menghayati langsung
• Siswa dapat melihat kegiatan para petugas secara individu atau kelompok dan menghayatinya secara langsung
• Siswa dapat bertanya jawab menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala macam persoalan yang dihadapi
• Siswa memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi
b).Kelemahan metode karya wisata, yaitu:
• Karena dilakukan diluar sekolah dan jarak yang cukup jauh maka memerlukan transport yang mahal dan biaya yang mahal
• Menggunakan waktu yang lebih panjang dari pada jam sekolah
• Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah
9. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab merupakan cara lisan menyajikan bahan untuk mencapai tujuan pengajaran.
a).Kelebihan metode tanya jawab, yaitu:
• Guru dapat mengetahui penguasaan pelajar terhadap bahan yang telah disajikan
• Dapat digunakan untuk menyelidiki pembicaraan-pembicaaraan untuk menyemangatkan pelajar
b).Kelemahan metode tanya jawab, yaitu:
• Guru hanya memberikan giliran pada pelajar tertentu saja
• Hanya dikuasai oleh siswa yang pandai

10. Metode Proyek (unit)
Metode proyek adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran yaitu pelajar dihadapkan kepada hal tertentu untuk mempelajari dalam rangka mewujudkan tujuan belajar.
a).Kelebihan metode proyek, yaitu:
• Pelajar menjadi aktif
• Terbentuk pribadi yang bulat dan harmonis
b).Kekurangan metode proyek, yaitu:
• Menghabiskan banyak waktu
• Harus ada persiapan yang mantap
11. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya.
Tujuan metode ini adalah
1).Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikirannya.
2).Mengambil suatu jawaban actual atau satu rangkaian jawaban yang didasarkan atas pertimbangan yang saksama
3).Macam-macam diskusi yaitu diskusi Publik, diskusi Fish Bowl, diskusi Panel, diskusi Simposium, diskusi Kolokium
a).Kelebihan metode Diskusi, yaitu:
• Terjadi interaksi yang tinggi antara komunikator dan komunikan
• Dapat membantu siswa untuk berfikir lebih kritis
• Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikiranny
b).Kekurangan metode Diskusi, yaitu:
• Alokasi waktu yang sulit karena banyak memakan waktu
• Tidak semua argument bias dilayani atau di ajukan untuk dijawab

13. Metode E-Learning
Metode Pembelajaran Berbasis E-learning adalah Kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (Internet, LAN, & WAN) sebagai media penyampaian, interaksi, dan fasilitas.
a).Kelebihan Metode Pembelajaran Berbasis E-learning, yaitu:
• Proses pembelajaran tidak terbatas pada waktu dan tempat
• Penyampaian materi dapat dilakukan secara lebih jelas dan setiap waktu
• Pengerjaan tugas yang lebih singkat dan cenderung berkembang
• Acuan materi yang tak terbatas
b).Kelemahan Metode Pembelajaran Berbasis E-learning, yaitu:
• Interaksi dalam pembelajaran sangat minim
• Sosialisasi antar siswa terbatas.(hanya lewat tulisan, audio dan video / tidak bertemu langsung)

BAB II
Penutup
a. Kesimpulan
Kalau kita perhatikan dalam proses perkembangan pendidikan di Indonesia bahwa salah satu hambatan yang menonjol dalam pelaksanaan pendidikan ialah masalah metode mengajar. metode tidaklah mempunyai arti apa-apa bila dipandang terpisahdari komponen lain. metode hanya penting dalam hubungannya dengan segenap komponen lainnya, seperti tujuan, situasi, dan lain-lain.
Dengan memiliki pengetahuan secara umum mengenai sifat berbagai metode, seorang guru akan lebih mudah menetapkan metode yang paling sesuai dalam situasi dan kondisi pengajaran yang khusus.
b. Saran
Dengan adanya pembahasan ini dapat diharapkan saran, kritikan, dan tanggapan dari teman-teman untuk tersempurnanya makalah ini. Terimakasih.

DAFTAR PUSTAKA

I. L. Pasaribu & B. Simanjuntak, Didaktik dan Metodik, Tarsito, Bandung, 1986

Roestiyah NK, Didaktik Metodik, Bina Aksara, Jakarta, 1989

S. Nasution, Didaktik Asas-asas Mengajar, Jemmars, Bandung, 1986

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 133 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: