Just another WordPress.com weblog

Estologi Islam

BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
Kepercayaan dasar Islam dapat ditemukan pada dua kalimah shahādatāin (“dua kalimat persaksian”), yaitu “asyhadu an-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah” – yang berarti “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah utusan Allah”. Adapun bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat persaksian ini, berarti ia sudah dapat dianggap sebagai seorang Muslim atau mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).
Kaum Muslim percaya bahwa Allah mewahyukan al-Qur’an kepada Muhammad sebagai Khataman Nabiyyin (Penutup Para Nabi) dan menganggap bahwa al-Qur’an dan Sunnah (setiap perkataan dan perbuatan Muhammad) sebagai sumber fundamental Islam.[10] Mereka tidak menganggap Muhammad sebagai pengasas agama baru, melainkan sebagai pembaharu dari keimanan monoteistik dari Ibrahim, Musa, Isa, dan nabi lainnya (untuk lebih lanjutnya, silakan baca artikel mengenai Para nabi dan rasul dalam Islam). Tradisi Islam menegaskan bahwa agama Yahudi dan Kristen telah membelokkan wahyu yang Tuhan berikan kepada nabi-nabi ini dengan mengubah teks atau memperkenalkan intepretasi palsu, ataupun kedua-duanya.[11]
B. Rumusan Masalah
Dengan adanya pokok pembahasan ini dapat di uraikan permasalahannya sebagai berikut:
1. Seperti apa Islam, akhirat dan eskatologi?
2. Seperti apa pengertian eskatologi Islam??

BAB II
Islam dan Akhirat

1. Pengertian Islam, Akhirat, dan Eskatologi
a) Pengertian Islam
Islam (Arab: al-islām, الإسلام dengarkan (bantuan•info): “berserah diri kepada Tuhan”) adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia,[1][2] menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen.[3] Islam memiliki arti “penyerahan”, atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh).[4] Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti “seorang yang tunduk kepada Tuhan”[5][6], atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.
b) Pengertian Akhirat
Âkhirat (bahasa Arab: الآخرة , Âkhiroh) dipakai untuk mengistilahkan kehidupan alam baka (kekal) setelah kematian/ sesudah dunia berakhir. Pernyataan peristiwa alam akhirat sering kali diucapkan secara berulang-ulang pada beberapa ayat di dalam Al Qur’an sebanyak 115 kali,[1] yang mengisahkan tentang Yawm al-Qiyâmah dan akhirat juga bagian penting dari eskatologi Islam.
Akhirat dianggap sebagai salah satu dari rukun iman yaitu: Percaya Allah, percaya adanya malaikat, percaya akan kitab-kitab suci, percaya adanya nabi dan rasul dan percaya takdir dan ketetapan. Menurut kepercayaan Islam, Allah akan memainkan peranan, beratnya perbuatan masing-masing individu. Allah akan memutuskan apakah orang tersebut di akhirat akan diletakkan di Jahannam (neraka) atau Jannah (surga). Kepercayaan ini telah disebut sebelumnya sebagai Hari Penghakiman dalam ajaran Islam.
Akhirat adalah dimensi fisik dan hukum-hukum dunia nyata yang terjadi setelah dunia fana berakhir. Bagi mereka yang beragama samawi meyakini bahwa kehidupan akhirat sebagai tempat dimana segala perbuatan seseorang di dalam kehidupan dunia ini akan dibalas. Namun tidak sedikit juga orang yang meragukan akan adanya kehidupan akhirat (kehidupan setelah kematian). Mereka-mereka yang meyakini adanya kehidupan akhirat ada yang menyatakan: ‘Mudahnya meyakini adanya kehidupan setelah kematian sama mudahnya dengan meyakini adanya hari esok setelah hari ini, adanya nanti setelah sekarang, adanya memetik setelah menanam’. Dengan meyakini adanya kehidupan akhirat setelah kehidupan didunia ini akan menjaga seseorang dari bertindak sesuka hatinya, karena ia yakin segala hal yang ia perbuat dalam kehidupannya sekarang akan dituainya kemudian di alam setelah kematian.
c) Pengertian eskatologi
Eskatologi (dari bahasa Yunani ἔσχατος, Eschatos yang berarti “terakhir” dan -logi yang berarti “studi tentang”) adalah bagian dari teologi dan filsafat yang berkaitan dengan peristiwa-perisitwa di masa depan dalam sejarah dunia, atau nasib akhir dari seluruh umat manusia, yang biasanya dirujuk sebagai kiamat (akhir zaman). Dalam mistisisme, ungkapan ini merujuk secara metaforis kepada akhir dari realitas biasa, dan kesatuan kembali dengan Yang Ilahi. Dalam banyak agama tradisional, konsep ini diajarkan sebagai kejadian sesungguhnya di masa depan yang dinubuatkan dalam kitab suci atau cerita rakyat. Dalam pengertian yang lebih luas, eskatologi dapat mencakup konsep-konsep terkait seperti, misalnya Era Mesianik atau Mesias, akhir zaman, dan hari-hari terakhir.
Kata Yunani αἰών (aeon), yang berarti “abad” (konotasi”zaman”), dapat diterjemahkan sebagai “akhir suatu masa (atau periode sejarah[1])” dan bukan “akhir dunia”. Pembedaan waktu ini juga mempunyai signifikansi teologis; sementara akhir zaman dalam tradisi-tradisi mistis berkaitan dengan kelepasan dari penjara realitas “yang ada”, sebagian agama percaya dan mengkhawatirkannya sebagai penghancuran harafiah dari planet kita (atau semua makhluk hidup yang ada) – sementara umat manusia bertahan dalam suatu bentuk yang baru, sehingga mengakhiri “zaman” keberadaan yang ada sekarang.

d) Pengertian eskatologi islam
Eskatologi Islam adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan setelah mati dialam akhirat dan al-Qiyāmah “Pengadilan Terakhir”. Eskatologi sangat berhubungan dengan salah satu aqidah Islam, yaitu meyakini adanya hari akhir, kematian, kebangkitan (Yawm al-Qiyāmah), mahsyar, pengadilan akhir, surga, neraka, dan keputusan seluruh nasib umat manusia dan lainnya.[1]
Umat muslim meyakini bahwa kehancuran dunia terjadi dimana orang-orang beriman sudah tidak ada lagi dimuka bumi, yang tersisa hanya orang-orang jahat yang kembali dalam kondisi zaman jahiliyah.[2][3] Kemudian terjadinya hari kiamat tersebut dikatakan akan terjadi pada hari Jum’at.[4] Kiamat dikatakan tidak akan terjadi sehingga tidak ada lagi manusia yang menyebut nama Allah.[5]
Seperti agama Abrahamik lainnya, Islam mengajarkan tentang kebangkitan para makhluk yang telah mati, sebagai salah satu rencana penyelesaian dari semua penciptaan Tuhan dan kekekalan dari roh-roh para makhluk. Bagi orang yang beriman akan di hadiahkan oleh Allah sebuah Surga sementara bagi orang yang tidak beriman maka akan dihukum di masukan kedalam Neraka.
2. Eskatologi Islam
Eskatologi sangat berhubungan dengan salah satu aqidah Islam, yaitu meyakini adanya hari akhir, kematian, kebangkitan (Yawm al-Qiyāmah), mahsyar, pengadilan akhir, surga, neraka, dan keputusan seluruh nasib umat manusia dan lainnya.
Umat muslim meyakini bahwa kehancuran dunia terjadi dimana orang-orang beriman sudah tidak ada lagi dimuka bumi, yang tersisa hanya orang-orang jahat yang kembali dalam kondisi zaman jahiliyah. Kemudian terjadinya hari kiamat tersebut dikatakan akan terjadi pada hari Jum’at. Kiamat dikatakan tidak akan terjadi sehingga tidak ada lagi manusia yang menyebut nama Allah.
Seperti agama Abrahamik lainnya, Islam mengajarkan tentang kebangkitan para makhluk yang telah mati, sebagai salah satu rencana penyelesaian dari semua penciptaan Tuhan dan kekekalan dari roh-roh para makhluk. Bagi orang yang beriman akan di hadiahkan oleh Allah sebuah Surga sementara bagi orang yang tidak beriman maka akan dihukum di masukan kedalam Neraka.
Tentang datangnya hari Kiamat , menurut syariat Islam maka tidak ada seorang pun yang mengetahui, baik malaikat, nabi, maupun rasul, masalah ini adalah perkara yang ghaib dan hanya Allah sajalah yang mengetahuinya. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Muhammad yang shahih.
Allah berfirman: “ Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat: ‘Kapankah terjadinya.’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Al-A’raaf: 187)”
Juga dalam firman-Nya:“ Manusia bertanya kepadamu tentang hari Berbangkit. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu wahai (Muhammad), boleh jadi hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (Al-Ahzaab: 63) ” Muhammad pernah ditanya oleh Malaikat Jibril yang datang dalam wujud seorang Arab Badui, kemudian Jibril bertanya tentang kapan akan terjadinya hari kiamat, Jibril bertanya: “Kabarkanlah kepadaku, kapan terjadi Kiamat?” Kemudian Muhammad menjawab: “Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.” Meskipun waktu terjadinya hari Kiamat tidak ada yang mengetahuinya, akan tetapi Allah memberitahukan kepada Rasul-Nya tentang tanda-tanda Kiamat tersebut. Kemudian Muhammad menyampaikan kepada ummatnya tentang tanda-tanda Kiamat. Para ulama membaginya menjadi dua:
• Tanda-tanda kecil
• Tanda-tanda besar.
Muhammad telah bersabda,” Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan dipasar, sedikit saja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak hasil perzinahan, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang dimasjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq”.Beberapa hadist lain juga menjelaskan tentang datangnya hari kiamat ini, hari kiamat tidak akan terjadi sebelum bangsa Arab dipimpin oleh seseorang dari keluarga Muhammad dan memiliki nama yang sama.
Dikatakan pula dalam banyak hadits-hadits, menunjukkan bahwa peradaban besar yang telah menciptakan kekuatan dan senjata dahsyat akan hilang. Dugaan kuat adalah habisnya sumber daya alam dan mereka akan saling bertempur dan hancur. Kemudian manusia akan kembali seperti semula, berperang diatas kuda dengan menggunakan pedang, tombak, tameng, zirah dan sejenisnya.
Pertanda kecil
Pertanda hari kiamat telah di sampaikan oleh Muhammad sekitar 1400 tahun yang lalu, dibawah adalah pertanda hari penghakiman yang dikutip dari Harun Yahya dan lainnya, berdasarkan hadits shahih.
1) Diutus dan wafatnya Muhammad.
2) Terbelahnya bulan pada masa penyebaran Islam.
3) Api dari tanah Hijaz yang menerangi punuk-punuk unta.
4) Terhapusnya jizyah dan pajak
5) Munculnya Khawarij.
6) Penggembala menjadi kaya.
7) Dicabutnya nikmat waktu, maka waktu berputar serasa lebih cepat.
8) Banyaknya kaum wanita.
9) Baitul Maqdis dikuasai umat Islam.
10) Perang antara Yahudi dan Islam.
11) Padang gurun nan gersang di Arab menjadi hijau.
12) Sungai Efrat berubah menjadi emas
13) Banyak terjadi al Harj yaitu pembunuhan massal.
14) Penghancuran kota-kota besar oleh tangan manusia (akibat perang) dan peristiwa alamiah
15) Bencana alam gempa bumi akan sering terjadi, banjir, badai, gunung meletus.
16) Kemiskinan akan bertambah dan tinginya biaya hidup
17) Keuntungan bagi kaum kaya tanpa ada sedikitpun keuntungan bagi kaum miskin,
Tidak meratanya kesejahteraan dan kemakmuran.
18) Kemiskinan dan kelaparan di Afrika, Asia, Amerika Selatan dan Eropa Timur.
19) Kehancuran nilai moral
20) Perzinahan dilakukan secara terbuka dan bebas,
21) Bermacam-macam kejahatan sex,
22) Pornografi meluas,
23) Homosex dan lesbian merajalela dan dianggap hal yang biasa,
24) Pria berperilaku seperti wanita dan wanita berperilaku seperti pria.
25) Pengingkaran terhadap agama
26) Agama sebagai simbol atau tameng untuk kepentingan pribadi,
27) Umat Islam banyak yang pergi ke mesjid dan memperindahnya tetapi hatinya kosong,
28) Umat Islam banyak membaca Al Qur’an tetapi tidak mengamalkannya dengan benar dan menentang hadist dan sunnah,
29) Mempercayai ramalan rasi bintang,
30) Mengingkari qadar (takdir atau ketetapan Allah).
31) Kehancuran tatanan masyarakat/ Dominannya Fitnah.
32) Disia-siakannya amanat/ Segala urusan ditangani oleh yang bukan ahlinya,
33) Menyebarnya riba dan harta haram,
34) Meningkatnya perceraian,
35) Banyak anak terlahir diluar nikah,
36) Kecurangan/ Banyak polisi dan pembela kezhaliman,
37) Suap menyuap hal yang biasa,
38) Kebohongan merajalela,
39) Ketergantungan pada obat bius dan minuman keras.
40) Ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang berkembang pesat
41) Penyanyi wanita dan alat-alat musik menjadi populer dan musik dianggap hal biasa oleh umat Islam,
42) Orang berlomba-lomba membangun gedung-gedung pencakar langit,
43) Umur manusia lebih panjang karena meningkatnya sarana kesehatan,
44) Penelitian genetika manusia,
45) Segala sesuatu bisa dilakukan dalam waktu singkat dan lebih baik,
46) Orang bisa mendengarkan suaranya sendiri (rekaman lagu),
47) Teknologi komunikasi yang semua orang mengerti dalam bahasa masing-masing berupa media cetak, radio, televisi dan internet.
Pertanda besar
Hudzaifah bin Arsyad al-Ghifari berkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi Muhammad kepada kami lalu bertanya, “Apakah yang kamu semua sedang bincangkan.?” Lalu kami menjawab, “Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat.” Muhammad bersabda: “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda. Kesepuluh tanda besar yang telah diucapkan oleh Muhammad adalah sebagai berikut:
a. Muncul dukhan (asap) yang menutupi bumi selama 40 hari,
b. Muncul Dajjal
c. Munculnya Dabbatul Ard yaitu monster melata dari perut bumi,
d. Matahari terbit dari sebelah barat,
e. Turunnya Nabi Isa,
f. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj,
g. Tiga gerhana terjadi di Timur, Barat dan Jazirah Arab,
h. Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka yaitu Mahsyar.
Kemudian tanda-tanda yang lainnya adalah sebagai berikut:
i. Hari tidak akan berakhir sehingga bangsa Arab akan dipimpin oleh seorang dari keturunan Muhammad dengan nama yang sama persis yaitu, Muhammad bin Abdullah.
ii. Muncul angin yang lebih lembut dari sutera dari Yaman,
iii. Hilangnya Islam, Al Qur’an dan musnahnya orang-orang shaleh,
iv. Manusia kembali ke zaman jahiliah dan penyebahan berhala,
v. Penghancuran Ka’bah oleh Dzus-Suwaiqatayn,

Perbedaan antara pertanda kiamat kecil dan besar
Perbedaan antara tanda-tanda kiamat kecil dan kiamat besar adalah sebagai berikut:
1. Tanda-tanda kiamat kecil secara umum datang lebih dahulu dari tanda-tanda kiamat besar.
2. Tanda-tanda kiamat kecil sebagiannya sudah terjadi, sebagiannya sedang terjadi dan sebagiannya akan terjadi. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar belum terjadi.
3. Tanda kiamat kecil bersifat biasa dan tanda kiamat besar bersifat luar biasa.
4. Tanda kiamat kecil berupa peringatan agar manusia sadar dan bertaubat. Sedangkan kiamat besar jika sudah datang, maka tertutup pintu taubat.
5. Tanda-tanda kiamat besar jika muncul satu tanda, maka akan diikuti tanda-tanda yang lainnya. Dan yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari Barat.
Disebutkan pula dalam salah satu hadist, sangkakala itu bagaikan tanduk dari cahaya, dengan ukuran yang sangat besar garis tengahnya seluas langit dan bumi (alam semesta). Dalam hadist lain dikatakan sangkakala malaikat Israfil terbuat dari tanduk, “Tanduk yang ditiup’.” [58]
Didalam sangkalala terdapat pintu-pintu sebanyak bilangan ruh dialam semesta dan didalamnya ada 70 rumah, yaitu satu antaranya untuk ruh para nabi, satu rumah untuk ruh para malaikat, satu rumah untuk ruh para jin, satu rumah untuk ruh para manusia, satu rumah untuk ruh para binatang dan hingga genap 70 macam rumah dengan 70 jenis makhluk.
Ketika saatnya tiba yaitu pada hari kiamat, atas perintah Allah maka sangkakala akan ditiup oleh Israfil dalam tiga kala, yaitu tiupan:
• Nafkhatul Faza’ (Mengagetkan, menakutkan, menghancurkan),
• Nafkhatus Sha’iq (Mematikan),
• Nafkhatul Ba’ats/ Qiyam (Menghidupkan kembali atau membangkitkan)

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Tafsir, Islam dan Negara, Bandung:Rosdakarya, 1992

Hasan Asari, Menyingkap Alam Akhirat, Bandung: Citapustaka Media, 2007

Ali Al-Jumbulati, Estologi Islam, Jakarta: Rineka Cipta, 1994

id.wikipedia.org/wiki/Eskatologi_Islam

Hasan Langgulung, Eskatologi Islam, Jakarta: Pustaka al- Husna, 1992

archive.kaskus.us/thread/5954440

Ahmad Syalabi, Hari Kiamat, Terj. Mukhtar Yahya dan Sanusi Latief , Jakarta: Bulan Bintang, 1973

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: