Just another WordPress.com weblog

makalah kasus

BAB I

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Pembangunan sebuah negara adalah bergantung kepada rakyatnya yang berilmu pengetahuan, berfikiran positif, rajin dan berdaya saing. Ilmu pengetahuan dapat diperoleh melalui aktivitas membaca.
Di Negara-negara maju, masyarakat telah sadar dengan sendirinya akan pentingnya budaya membaca buku untuk mendapatkan informasi. Walaupun di negara-negara maju tersebut harga PC relatif murah dan informasi melalui internet sangat mudah. Namun demikian baik perpustakaan maupun toko-toko buku selalu banyak pengunjungnya.
Sekarang ini harus diakui bahwa minat membaca yang diwujudkan dengan aktivitas membaca buku dikalangan siswa umumnya masih rendah. Alasan klasik yang sering mengemuka adalah bahwa membaca belum membudaya di kalangan masyarakat, khususnya pelajar. Sebagian besar pelajar menganggap aktivitas membaca adalah merupakan aktivitas yang membosankan atau membuat jemu dan lelah.
Menurut laporan Bank Dunia Nomor 16369-IND dan Studi International Association for the Evaluation of Education Achievement (IEA) di Asia Timur pada tahun 2000, Indonesia menempati posisi terendah pada skala kebiasaan membaca. Apabila dibandingkan dengan negara tetangga sekitar, kebiasaan membaca anak Indonesia berada pada skor 51,7. Angka ini tentu tidak sebanding
dengan Hong Kong yang memiliki skor 75,5 atau Singapura (74,0), maupun Thailand (65,1). Bahkan dengan Filipina saja, Indonesia masih kalah. Negeri yang letaknya di utara Nusantara itu berada pada skor 52,6 untuk skala kebiasaan membaca anak (http://www. Mandrasah Aliyah Negeri Pacet Cianjur – Tingkatkan Kegemaran Membaca Anak.htm)
Pada tahun 2000 juga, organisasi International Educational Achievement (IEA) menempatkan kemampuan membaca siswa SD Indonesia diurutan ke-38 dari 39 negara. Indonesia merupakan negate terendah diantara negara-negara ASEAN. Dengan kondisi seperti itu, maka tidak heran bila kualitas pendidikan di Indonesia juga buruk. Dalam hal pendidikan, survei The Political and Economic Risk Country (PERC), sebuah lembaga konsultan di Singapura, pada akhir 2001, menempatkan Indonesia diurutan ke-12 dari 12 negara di Asia yang diteliti (http://www. Bali Post.htm)
Dari hasil survei yang telah penulis lakukan pada perpustakaan SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang tahun ajaran 2006/2007 jumlah siswa yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke perpustakaan sekolah rata-rata setiap harinya hanya berkisar antara 30 – 50 siswa dari jumlah siswa secara keseluruhan sebanyak 372 siswa, atau hanya 0,08 % sampai 0,13 %.(Sumber : Buku Daftar Pengunjung Perpustakaan Sekolah SMP Negeri 1 Bancak)
Menghadapi abad ke- 21 yang merupakan abad teknologi dan informasi, siswa dituntut untuk memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, sikap kritis, serta kesiapan untuk bersaing secara kompetitif dalam berbagai aspek kehidupan.
Budaya aktivitas membaca yang tinggi merupakan cermin kemajuan suatu bangsa. Bangsa atau masyarakat yang maju akan selalu menempatkan kebiasaan membaca sebagai salah satu kebutuhan hidupnya sehingga tercipta masyarakat yang senang membaca (reading society). Masyarakat yang gemar membaca pada dasarnya adalah masyarakat yang belajar (learning society). Dalam masyarakat yang membaca dan belajar, buku-buku dan bahan-bahan bacaan lainnya mempunyai kedudukan yang sangat penting (Staf Pengajar SMP Stella Duce Tarakanita, 1991:40). Untuk mencapai maksud tersebut maka perlu dilakukan berbagai upaya terus-menerus memberikan pemahaman dan apresiasi kepada siswa akan pentingnya peningkatan aktivitas dan kegemaran membaca bagi siswa terhadap prestasi belajarnya di sekolah.
Keberhasilan suatu lembaga pendidikan dapat diukur dari prestasi belajar siswanya. Prestasi belajar yang tinggi memberi arti kepada keberhasilan dalam proses belajar mengajarnya, begitu pula sebaliknya prestasi belajar yang rendah memberi arti kegagalan lembaga pendidikan tersebut dalam proses belajar mengajarnya.
Keberhasilan siswa dalam belajar sangat ditentukan oleh kecakapan membaca. Berbagai penelitian melaporkan bahwa ketidak cakapan dalam membaca menjadi penyebab utama kegagalan anak dalam sekolah. Hal ini disebabkan oleh karena setiap mata pelajaran di sekolah memprasyaratkan anak untuk mempelajari dan memahami materi setiap mata pelajaran tersebut. Pemahaman terhadap materi pelajaran hanya dapat dilakukan jika anak memiliki kemampuan dan keaktifan membaca yang baik.
Ketidak mampuan siswa membaca akan berakibat rendahnya prestasi belajarnya. Hal ini dapat terjadi karena apabila siswa tersebut tidak mampu membaca, maka siswa tersebut tidak akan dapat memahami isi materi pelajaran tersebut, sehingga prestasi belajarnya pun akan rendah
Prestasi belajar siswa dimungkinkan dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah minat dan keaktifan siswa membaca. Siswa yang mempunyai minat membaca tinggi, dimungkinkan akan memperoleh prestasi belajar yang tinggi. Siswa dengan minat baca tinggi, dengan sendirinya akan timbul kesadaran untuk belajar serta mengisi waktu luangnya dengan membaca buku, baik buku pelajaran maupun buku lain yang masih berhubungan dengan pelajaran sehingga mereka akan memiliki pengetahuan lebih jika dibandingkan dengan siswa lain yang memiliki minat baca rendah. Begitu juga apabila minat membacanya rendah, akan membawa hasil yang rendah pula. Siswa yang memiliki minat baca rendah hanya akan mengandalkan apa yang diberikan guru disekolah..
Seorang siswa yang memiliki kegemaran membaca akan nampak lebih dewasa daripada teman sebayanya. Siswa tersebut akan lebih dewasa dalam hal bergaul dan berpikir. Dia akan tumbuh menjadi pribadi yang utuh karena lebih tahan menghadapi berbagai tantangan. Hal itu terjadi karena daya kritis, kepekaan ilmiah, dan kepekaan sosial siswa akan berkembang sesuai dengan potensinya sebagai konsekuensi logis dari besarnya wawasan yang ditimba dari kegiatan membaca
Aktivitas membaca bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja secara rutin. Melalui kegiatan membaca seseorang dapat menambah informasi dan memperluas ilmu pengetahuan. Dengan membaca membuat orang menjadi cerdas,
kritis dan mempunyai daya analisa yang tinggi. Melalui kegiatan membaca juga selalu tersedia waktu untuk merenung, berfikir dan mengembangkan kreativitas berfikir.
Upaya peningkatan aktivitas membaca siswa sangat erat kaitannya dengan keberadaan perpustakaan di sekolah. Perhatian terhadap keberadaan perpustakaan sekolah sering terabaikan. Padahal, keberadaan perpustakaan sekolah dalam upaya mendorong tumbuhnya minat dan kegemaran membaca sangat strategis.
Mengingat pentingnya peranan keaktifan membaca siswa, sudah selanyaknya setiap siswa untuk membudayakan gemar membaca. Harapannya dengan banyak membaca buku pelajaran serta buku-buku lain yang masih berkaitan dengan pelajaran, prestasi belajar yang akan dicapai siswa tersebut akan lebih baik. Sebagai konsekwensi keaktifannya membaca, siswa dapat memenuhi kebutuhan bahan bacaan di perpustakaan sekolah maupun di tempat-tempat lain.
Berdasarkan kondisi di atas maka penulis berminat untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Korelasi Aktivitas Siswa Membaca Buku Perpustakaan Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang ”

II. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang penulis uraikan diatas, kemudian muncul masalah yang dapat diidentifikasi yaitu:

a. Rendahnya aktifitas membaca dikalangan siswa.
b. Minimnya siswa memanfaatan perpustakaan sekolah.

III. Rumusan Permasalahan Adapun rumusan permasalahan yang disajikan berdasarkan latar belakang masalah adalah :
Adakah korelasi antara aktivitas siswa membaca buku perpustakaan terhadap prestasi belajar siswa pada SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang kelas VII dan VIII semester II tahun pelajaran 2006/2007?

IV. Pembatasan Masalah
Mengingat banyaknya hal yang terkait dalam identifikasi masalah dan karena keterbatasan yang ada maka, dalam penelitian ini permasalahan tersebut dibatasi pada:
1. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang kelas VII dan VIII semester II tahun pelajaran 2006/2007.
2. Prestasi belajar ditunjukkan dengan rata-rata raport menurut standard sekolah.
3. Buku yang dibaca adalah buku-buku yang terkait dengan pelajaran baik buku paket pelajaran, buku penunjang (seperti kamus, referensi) maupun buku-buku lain masih berhubungan dengan pelajaran.

V. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah korelasi aktivitas siswa membaca buku perpustakaan terhadap prestasi belajar siswa pada SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang kelas VII dan VIII semester II tahun pelajaran 2006/2007.

VI. Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat, yaitu:
a. Bagi Sekolah dan Guru :
Untuk dasar sebagai masukan dalam menentukan kebijakan dan dalam mendorong peningkatan aktivitas membaca buku-buku perpustakaan agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
b. Bagi Peneliti :
Menambah pengalaman dalam melaksanakan penelitian.
c. Bagi Siswa :
Sebagai wacana untuk meningkatkan aktivitas dan kegemaran membaca yang pada akhirnya akan dapat pula meningkatkan prestasi belajarnya.
d. Bagi pembaca:
Untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan akan pentingnya peranan membaca.

VII. Penegasan Istilah
Untuk menghindari salah penafsiran tentang judul skripsi ini “Korelasi Aktivitas Siswa Membaca Buku Perpustakaan Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang” maka diperlukan penegasan istilah sebagai berikut :
1. Korelasi berarti hubungan timbal balik atau sebab akibat (Purwodarminto, 2002; 461).
2. Aktivitas siswa berarti kegiatan, kesibukan yang dilakukan siswa (Purwodarminto, 2002; 26).
3. Membaca berarti melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan apa yang tertulis, membaca dapat berarti membaca berkali-kali berbagai buku, mempelajari (Purwodarminto, 2002; 71).
4. Buku berarti lembaran kertas yang berjilid berisi tulusan atau kosong (Purwodarminto, 2002; 161).
5. Perpustakaan berarti kumpulan buku-buku bacaan (Purwodarminto, 2002; 782). Perpustakaan disini yang dimaksud adalah perpustakaan sekolah yaitu unit kerja dari suatu lembaga yang bernama sekolah yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dan berkesinambungan sebagai sumber informasi untuk mengembangkan dan memperdalam pengetahuan baik oleh guru maupun siswa disekolah tersebut
6. Prestasi Belajar berarti hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya) (Purwodarminto, 2002; 768).
7. Siswa SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang adalah siswa yang masih aktif belajar dan sedang menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang.
8. Korelasi Aktivitas Siswa Membaca Buku Perpustakaan terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang adalah studi korelasi untuk mengetahui adakah hubungan antara aktivitas (keaktifan, kegiatan, kesibukan) siswa membaca buku perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajar siswa-siswi SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang di sekolah. Prestasi Belajar siswa diwujudkan dengan rata-rata nilai raport yang diperoleh siswa pada semester genap tahun pelajaran 2006/2007.

BAB II

MAKALAH KASUS
KORELASI AKTIVITAS SISWA MEMBACA BUKU PERPUSTAKAAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA SMP NEGERI 1 BANCAK KABUPATEN SEMARANG

A. METODE PENELITIAN
Metode dalam sebuah penelitian adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan. Ketetapan penggunaan metode akan turut serta menetukan keberhasilan penelitian yang dilakukan, melalui metode penelitian ini akan diperoleh data yang lengkap dan tepat.
Suatu penelitian harus menggunakan metode yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya agar tujuan yang ditetapkan dapat tercapai. Metode yang dipilih dan yang digunakan harus sesuai dengan jenis, obyek dan tujuan penelitian.

3.1. Setting Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang pada kelas VII dan VIII serta pelaksanaannya dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2006/2007.

3.2. Populasi Penelitian
Populasi penelitian adalah keseluruhan subyek penelitian (Suharsimi Arikunto, 1998:115). Populasi adalah semua individu untuk siapa kenyataan-kenyataan yang diperoleh itu hendak digenerasikan (Sutrisno Hadi, 1986:70).
Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang kelas VII dan VIII tahun pelajaran
2006/2007. Alasan kenapa populasi seluruh siswa, karena seluruh siswa tersebut masih aktif belajar disekolah.

Adapun perincian populasi penelitian seperti tercantum pada tabel 1 dibawah ini :

TABEL 1. Populasi Penelitian No Kelas Jumlah
1
2
3
4
5
6 VII A
VII B
VII C
VIII A
VIII B
VIII C 41
40
40
44
43
44
Jumlah 252

3.3. Sampel Penelitian Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang akan diteliti (Suharsimi Arikunto, 1998:117). Melengkapi pengertian tersebut Moh. Nasir menjelaskan bahwa sampel adalah kumpulan dari unit sampling (Nasir, 1983;328). Sedangkan menurut Sudjana (1996:6) sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi.
Pengambilan sampel harus benar-benar mewakili populasi yang ada, karena syarat utama agar dapat ditarik suatu generalisasi adalah bahwa sampel yang diambil dalam penelitian harus menjadi cermin populasi. Itulah sebabnya pengambilan sampel dari populasi memerlukan teknik tersendiri sehingga sampel yang diambil dapat mewakili populasi.
Menurut Suharsimi Arikunto (1998;112), jika populasinya besar atau lebih dari 100 maka dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih, tergantung setidak-tidaknya dari:
Kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu, tenaga dan dana.
2. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data.
3. Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti untuk penelitian yang resikonya besar, tentu saja sampelnya lebih besar akan lebih baik.
4. Data yang akan diambil adalah homogen sehingga perlu diambil sampel. Jumlah siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2006/2007 adalah 252 siswa. Mengingat jumlah populasi dalam hal ini cukup banyak, maka objek penelitian hanya diambil sebagian saja. Bila peneliti mengambil sampel sebesar 30% dari jumlah populasi yang ada maka jumlah sempelnya sebanyak 75,6 atau dibulatkan menjadi 78 siswa. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah secara proposional random sampling atau sampel acak.
Perhitungan jumlah sempel dari populasi sebanyak 252 siswa bila pengambilan sampel sebesar 30% dari jumlah populasi siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Bancak yang ada:

TABEL. 2. Distribusi Sampel Penelitian
No Kelas Populasi 30% Sampel
1
2
3
4
5
6 VII A
VII B
VII C
VIII A
VIII B
VIII C 41
40
40
44
43
44 12,3
12
12
13.2
12,9
13,2 13
12
12
14
13
14
Jumlah 75,6 78

Variabel Penelitian Variabel adalah gejala yang bervariasi, misal jenis kelamin, berat badan dan sebagainya (Sutrisno hadi, 1995:24). Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (1998:99) bahwa variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian dalam suatu penelitian.
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (pengaruh) dan variabel terikat (terpengaruh).
a. Variabel bebas / Pengaruh (X)
Aktivitas Membaca Buku Perpustakaan, dengan indikator:
a. Penggunaan Waktu luang
b. Bahan Bacaan
c. Frekuensi Membaca
d. Jumlah Bacaan
e. Kondisi Lingkungan
f. Tujuan Membaca
g. Frekuensi Kunjungan Ke Perpustakaan
h. Motif Mengunjungi Perpustakaan Sekolah
i. Pemanfaatan Koleksi Bahan Pustaka
j. Frekuensi Pemanfaatan Bahan Bacaan
k. Perlakuan Terhadap Buku Yang Dipinjam
b. Variabel terikat / Terpengaruh (Y)
Prestasi belajar siswa berupa rata-rata nilai raport.

3.5. Alat Pengumpul data
3.5.1.Dokumantasi Metode dokumentasi
Dokumantasi Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, raport, legger, agenda, dan sebagainya (Suharsimi Arikunto, 1998:135).
Metode dokumentasi digunakan untuk mengungkapkan data nilai prestasi belajar siswa. Nilai yang diambil dalam penelitian ini adalah jumlah nilai yang berasal dari hasil belajar. Sumber dokumentasi ini adalah legger yang dimilki sekolah.
3.5.2.Kuosioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh data atau informasi dari responden dalam arti tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi Arikunto, 1998:128).
Metode ini digunakan untuk mengungkapkan aktivitas siswa membaca perpustakaan sekolah. Bentuk kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini adalah tertutup yaitu kuesioner yang telah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal mamilih jawaban yang telah disediakan. Penulis menyediakan empat alternative jawaban, dengan alasan empat jawaban tersebut telah mewakili dari jawaban dari responden.
Menurut Suharsimi Arikunto (1998:129) teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket mempunyai beberapa keuntungan, yakni:
1) Tidak memerlukan hadirnya peneliti.
2) Dapat dibagikan secara serentak kepada banyak responden.

3) Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing, dan menurut waktu senggang responden.
4) Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas jujur dan tidak malu-malu.
5) Dapat dibuat standar sehingga bagi semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama. Adapun pemberian bobot nilai pada pilihan jawaban responden adalah sebagai berikut :
a. Apabila jawaban (a) diberi skor 4
b. Apabila jawaban (b) diberi skor 3
c. Apabila jawaban (c) diberi skor 2
d. Apabila jawaban (d) diberi skor 1
Pemberian skor tersebut dengan pertimbangan, jawaban tertinggi diberi skor 4 karena ada 4 option jawaban, kemudian setiap item jawaban disusun dari nilai tertinggi ke bawah. Sedangkan kisi-kisi penyusunan instrumennya dapat dilihat pada Tabel.3.

TABEL 3. Kisi-kisi Penyusunan Instrumen
No Aspek Indikator Nomor Butir Jumlah Butir Soal
1 Aktivitas Membaca
􀀺Penggunaan Waktu luang
􀀺Bahan Bacaan
􀀺Frekuensi Membaca
􀀺Jumlah Bacaan
􀀺Kondisi Lingkungan
􀀺Tujuan Membaca
1, 2, 3, 4
5, 6, 7
8, 9, 10
11, 12 13
14, 15
16, 17 4
3
3
3
2
2
2 Perpustakaan Sekolah
􀀺Frekuensi Kunjungan Ke Perpustakaan
􀀺Motif Mengunjungi Perpustakaan Sekolah
18, 19
20, 21, 22, 23 2
4

3.6. Uji- Instrumen Dikarenakan data yang terkumpul data ordinal maka untuk memperoleh data yang relevan dan akurat, digunakan pengumpul data yang dapat dipertanggung jawabkan yakni data yang tepat dan dapat dipercaya. Untuk memperoleh data yang valid dan reliable perlu diuji cobakan, sehingga dapat dicapai validitas dan reliabilitasnya.
3.6.1. Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalitan atau kesahihan suatu instrumen, suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai kevalitan yang tinggi, dan sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti mempunyai validitas yang rendah (Suharsimi Arikunto, 1998:144).
Dalam penelitian ini validitas yang digunakan adalah validitas internal. Validitas internal adalah validitas yang dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen secara keseluruhan (Suharsini Arikunto, 1998:147).
Pengujian validitas internal dapat menggunakan dua cara yaitu analisa faktor dan analisa butir. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisa butir tersebut dengan menskor angket yang kemudian ditabulasi dan dimasukkan dalam rumus korelasi product yang dikemukakan oleh Pearson, dengan rumus (Suharsimi Arikunto, 1998:146).

rxy=()()(){}(){}ΣΣΣΣΣΣΣ−−−2222YYNXXNYXXY

Keterangan :
rxy : Indeks korelasi antara 2 variabel
X : Skor rata-rata dari X
Y : skor rata-rata dari Y
ΣX : Jumlah skor rata-rata dari X
ΣY : Jumlah skor rata-rata dari Y
N : Jumlah subyek
Untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan valid atau tidak maka r hitung yang telah diperoleh (rhitung) dikonsultasikan dengan rtabel product moment dengan taraf signifikan 5 %. Apabila rhitung > rtabel maka instrumen dikatakan valid dan apabila rhitung rtabel. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan instrument yang digunakan mempunyai reliabilitas yang sangat tinggi sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian ini.
3.7. Metode Analisis Data Untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara aktifitas siswa membaca buku perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajarnya dilakukan menggunakan analisis Korelasi Product-Moment
Rumus yang digunakan adalah rumus korelasi Product-Moment (Suharsimi Arikunto, 1998:146)
rxy=()()(){}(){}ΣΣΣΣΣΣΣ−−−2222YYNXXNYXXYN
Keterangan :
rxy : Indeks korelasi antara 2 variabel
X : Skor rata-rata dari X
Y : skor rata-rata dari Y
ΣX : Jumlah skor rata-rata dari X
ΣY : Jumlah skor rata-rata dari Y
N : Jumlah subyek
Untuk mengetahui tingkat korelasi yang terjadi dari penelitian yang dilakukan digunakan tabel interpretasi niali rxy seperti dibawah ini:
Tabel 4. Interpretasi Nilai rxy No Besar Nilai rxy Keterangan
1
2
3
4
5 – 0,2
0,2 – 0,4
0,4 – 0,6
0,6 – 0,8
0,8 – 1,0 Sangat Rendah
Rendah
Cukup
Tinggi
Sangat tinggi


BAB III

Penutup

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisa data hasil penelitian dari Makalah Kasus ini dan pembahasannya dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Dari penelitian diperoleh korelasi positif antara aktivitas siswa membaca buku terhadap prestasibelajar pada SMP Negeri 1 Bancak Kabupaten Semarang kelas VII dan kelas VIII semester II tahun pelajaran 2006/2007. Besarnya koefisien korelasi sebesar +0,806, maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Artinya peningkatan aktivitas siswa membaca buku akan diikuti dengan peningkatan prestasi belajar siswa. Dengan demikian semakin aktif siswa membaca buku maka prestasi siswa akan semakin baik.
2. Keberhasilan siswa dalam belajar dimungkinkan dipengaruhi oleh banyak faktor baik dari dalamdiri siswa (internal) dan dari luar siswa (eksternal), diantaranya kemampuan dan kecakapan membaca. Ketidak cakapan membaca menjadi penyebab utama kegagalan anak dalam sekolah. Hal ini disebabkan karena setiap mata pelajaran di sekolah memprasyaratkan anak untuk mempelajari dan memahami materi setiap mata pelajaran. Pemahaman terhadap materi pelajaran tersebut hanya dapat dilakukan jika anak memiliki kemampuan membaca yang baik

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diberikan saran-saran sebagai berikut:

1. Bagi pihak sekolah, guru-guru serta staff pengajar untuk lebih memberikan bimbingan, motivasi dan pengarahan akan pentingnya peningkatan aktivitas membaca.
2. Bagi pihak pengelola perpustakaan dipandang perlu menata kembali buku-buku serta koleksi bahan pustaka yang ada dengan melakukan pengecekan kembali buku-buku yang sudah rusak atau tidak layak pakai untuk diganti dengan buku-buku baru yang relevan dengan kebutuhan siswa sehingga siswa menjadi tertarik untuk berkunjung dan memanfaatkan perpustakaan.
3. Bagi orang tua siswa, agar lebih memperhatikan proses belajar mengajar anak-anaknya dan untuk lebih mendorong anaknya meningkatkan kegemaran membaca, karena dengan membaca akan mendapatkan banyak manfaat serta dapat mempengaruhi prestasi belajarnya..
4. Bagi siswa, dengan hasil penelitian yang menujukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas membaca buku terhadap prestasi belajar hendaknya siswa menjadikan hal ini sebagai wacana untuk meningkatkan aktifitas dan kegemaran membaca sehingga prestasi belajarnya juga dapat meningkat.
5. Bagi peneliti, perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aktifitas membaca terhadap prestasi belajar siswa serta faktor-faktor lain apa saja yang mempengaruhi prestasi belajar siswa.

C. Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini masih banyak terdapat keterbatasan-keterbatasan antara lain :

1. Dalam penelitian ini, peneliti hanya mengambil sampel sebanyak 78 siswa. Untuk mendapatkan hasil yang lebih signifikan dapat dilakukan penelitian ulang dengan jumlah sampel yang lebih banyak, sehingga data yang diperolah akan lebih akurat.
2. Karena keterbatasan peneliti, dalam penyusunan instrumen :
1. Masih banyak indikator-indikator lain yang dapat digunakan sebagai instrumen pengukuran aktifitas membaca siswa namun belum dicantumkan dalam penelitian ini.
2. Masih ada kemungkinan item-item soal/pertanyaan yang kurang sesuai digunakan sebagai instrumen pengukuran aktifitas membaca.
3. Penggunaan instrumen angket/kuosioner memungkinkan responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyaataan yang ada pada dirinya karena malu keadaan yang sebenarnya diketahui oleh peneliti.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, M.. Metode Penelitian. (Jakarta : Rineka Cipta, 1987), h. 4

Dimyati, Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta : (Jakarta; Departemen Pendidikan Nasional, 1994), h. 56

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswin Zain, Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta : PT.Rineka Cipta, 1995), h. 75

Dedi Junaedi, Meningkatkan Pelayanan Perpustakaan Sekolah. (http: //www. Meningkatkan Pelayanan Perpustakaan Sekolah.html). 2004, h. 1

Depdikbud. Pedoman Pembinaan Guru Sekolah Dasar. (Jakarta : Dirjen Dikdasmen Depdikbud, 1990), h. 45

Endang Poncowati, Skripsi “Efektifitas Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Dalam Kegiatan Belajar Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial terhadap Prestasi Belajar IPS Sejarah Siswa Kelas IV semester I SD Negeri Noyontaan 03 Pekalongan Tahun Pelajaran 2002/2003”. (Bandung; Pendidikan Sekolah Dasar. FIP. UNNES, 2003), h. 150

Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta : Bumi Aksara, 2001), h. 34

Husaini Usman & Purnomo S, Pengantar Statistika ( Jakarta : Bumi Aksara, 2003), h. 32

Ibrahim Bafadal, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah (Bandung : Bumi Aksara, 1992), h. 56

Margono, S, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta : Reneka cipta, 2000), h. 203

Max Darsono dkk. Belajar dan Pembelajaran, (Semarang : IKIP Press, 2001), h. 45

Membaca Perlu Tujuan Dan Motivasi. (http://www. Banten Gerbang Investasi Indonesia.htm).

Muh Fakir. Skripsi “Pengaruh Minat Baca Dan Perhatian Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Kelas III A-VI A SD Pangudi Luhur Ambarawa Semester I Tahun Pelajaran 2005/2006”, (Pendidikan Sekolah Dasar. FIP. UNNES, 2006), h. 32

Mulyani, A.N, Pembinaan Minat Baca dan Promosi Perpustakaan. (Bandung; Berita Perpustakaan Sekolah, , 1981), h. I, 24 – 29

Nazir, M, Metode Penelitian, ( Jakarta : Ghalia Indonesia, 1999), h. 12

Poerwadarminta W.J.S, Kamus Umum Bahasa Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), h. 45

Puji Handoko, Skripsi “Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan Jurusan Teknik Sipil Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang Angkatan Tahun 2003/2004”. (Yogjakarta; Pendidikan Teknik Mesin. FT. UNNES. 2004), h. 11

Rachman Natawidjaja, Pengajaran Remedial, (Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar Menengah Umum. 1984), h. 56

Rohanda. Fungsi dan Peranan Perpustakaan Sekolah. (http://www. ipi.or.id/Rohanda.doc). 2000, h. 1

Rini Widyastuti W, Skripsi “Pengaruh Minat Membaca dan Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa SLTP Negeri 2 Mranggen Demak Tahun Pelajaran 2001/2002”. (Surabaya;Pendidikan Sekolah Ekonomi, FE. UNNES), h. 10

Soejanto Sandjaja. Pengaruh Keterlibatan Orang Tua Terhadap Minat Membaca Anak Ditinjau Dari
Pendekatan Stres Lingkungan. (http://www.unik.ac/fakultas/psikologi/artikel/ ss-1.pdf).

Staff Pengajar SMP Duce Tarakanita, Membina Perpustakaan Sekolah. (Yogyakarta; Kanisius, 1991), h. 46

Sudjana. Metode Statistika. (Bandung : Penerbit Tarsito, 1996), h. 66

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. (Jakarta : Rineka Cipta, 1998), h. 77

Supriyono. 1998. Kontribusi Pustakawan Dalam Meningkatkan Minat Baca. (http://www.unik.ac/fakultas/psikologi/artikel/ supriyono1.pdf) 61

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: