Just another WordPress.com weblog

Lap.PPL MAN Model 2011

BAB I
PENDAHULUAN
A. DASAR PEMIKIRAN
PAI adalah salah satu program keguruan pada Pendidikan Agama Islam (PAI) yang nantinya akan mencetak produk atau Output yang berkompeten dan profesional dalam bidang Pendidikan Agama Islam itu sendiri. Berdasarkan landasan ini maka tidak perlu dipungkiri bahwa kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) telah menjadi sebuah acuan mendasar untuk mewujudkan beberapa faktor yang menjadi tujuan dari pendidikan itu sendiri.Disamping itu juga Program PAI ini merujuk atau bersinergi dengan tuntutan dari Tri Darma Perguruan Tinggi yang tentunya telah menjadi tujuan atau dari Intitut Agama Islam Negeri yaitu Penelitian, Pendidikan dan Pengabdian.
PPL Dua ini dinamakan Makro Teaching atau Program Praktek Lapangan Kedua setelah melalui tahapan Mikro Teaching atau Program Praktek yang pertama yang dilakukan dikampus STAIN Manado, dan kemudian yang kedua dilaksanakan diMadrasah Aliayah Negeri (MAN) Model Manado atau sekolah-sekolah yang memilki kemitraan dengan STAIN Manado.
Dari sudut pandang kurikulum bahwa PPL merupakan suatu program mata kuliah, yaitu sebagai proses pembelajaran yang menjadi persyaratan dalam pendidikan pra jabatan guru. PPL ini dipersiapkan untuk menciptakan mahasiswa sebagai calon guru yang memiliki atau menguasai persoalan keguruan yang secara terpadu dan menyatuh.
Dipandang dari makna atau Urgensi PPL merupakan seperangkat komponen pra jabatan guru yang berlangsung dalam siklus teori praktikum secara berjenjang dan berulang yang disesuaikan dengan sebuah sistem dalam program pelatihan yang dimaksud.
Persoalan keguruan tentunya tidak pernah terlepas dari bagaimana menumbuhkan Profesionalitas Pendidik, yaitu mencetak guru-guru yang elegan dan matang dalam proporsi dan pengembangnya. Permasalahan ini juga telah disesuaikan dengan tuntunan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, diantaranya yaitu berhubungan dengan merencanakan, dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai, melakukan bimbingan dan pelatian, serta melakukan penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat. Hal ini juga merupakan acuan InsStitut Agama Islam yang kami maksud yaitu Tri Darma Perguruan Tinggi (STAIN) Manado.
B. TUJUAN DAN MANFAAT PPL
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan sebuah proses dimana melatih para Mahasiswa unutk menjadi seorang pendidik yang memiliki kemampuan untuk mengajar yang profesional, dalam hal ini memiliki kemampuan untuk mengembangkan kepribadian, dan terampil dalam melaksanakan program pembelajaran.
Salah satu tujuan umum dari PPL adalalah untuk melatih Mahasiswa sebagai calon guru yang nantinya bersosialisasi di berbagai Lembaga-lembaga pendidikan baik secara formal maupun non formal.
Adapun tujuan Khusus dari PPL adalah bagaimana mengenali lingkungan, program yang teradministrasi, nilai-nilai akademik dan Sosial Psikologis Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Manado.
C. RUANG LINGKUP KEGIATAN PPL
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) memilki besar satuan kredit semester (SKS) adalah 4 SKS, dalam kurun waktu 1 semester (Pelaksanaan Selama 2 bulan). Dengan kegiatan diantaranya meliputi : Observasi, Pelatihan Terbimbing, kemandirian, Orienatasi lapangan dan penyusunan laporan

BAB II
GAMBARAN UMUM MADRASAH ALIYAH NEGERI
(MAN) MODEL MANADO

A. Kondisi Obyektif Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Manadel
a. Latar Belakng
MAN Model Manado terletak di kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Kota Manado merupakan Ibu kota Provinsi Sulawesi Utara. Sebagai Ibu kota Provinsi, Manado merupakan pusat pemerintahan, pusat perdagangan dan juga pariwisata di Sulawesi Utara. Dengan demikian Manado menjadi daerah yang banyak didatangi masyarakat dari daerah lain. Di kota Manado terdapat 4 etnis lokal antara lain : Minahasa, Sangihe Talaud, Bolaang Mongondow, dan Gorontalo. Sementara itu etnis pendatang ada beberapa etnis antara lain : Bugis (Makasar), Jawa, Padang / Minang, Ternate / Ambon dan lain-lain.

Provinsi Sulawesi Utara memiliki 9 daerah Tingkat II antara lain : Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kab. Bolaang Mongondow, Kab. Minahasa, Kab. Minahasa Utara, Kab. Minahasa Selatan, Kab. Sangihe, dan Kab. Talaud. Untuk Kota Manado terdapat 9 kecamatan antara lain : Kec. Wenang, Kec. Wanea, Kec. Sario, Kec. Tikala, Kec. Singkil, Kec. Tuminting, Kec. Mapanget, Kec. Malalayang dan Kec. Bunaken.
MAN Model Manado terletak di kecamatan Tuminting, salah satu kecamatan di Manado yang terletak di bagian Utara. Tepatnya di Jl. Hasanudin 14. Kelurahan Islam Lingkungan III. Jarak MAN Model Manado dari Pusat Kota kurang lebih 3 Km, jika dari Bandara Internasional ‘Sam Ratulangi’ Kurang lebih 10 Km. Mata pencaharian masyarakat disekitar MAN Model Manado adalah Pedagang, Wirausaha, dan Nelayan, Sesuai dengan kondisi Kota Manado yang tergolong sebagai kota pantai.
Sebagai Kota Pariwisata di Manado terdapat banyak Obyek Wisata bahkan ada yang berskala Internasional, yaitu Taman Laut Bunaken yang terletak di pulau Bunaken Kecamatan Bunaken kurang lebih 1 mil laut dari Pusat kota Manado. Karena pantai Manado merupakan Taman Laut yang memiliki karang yang indah maka pantai Manado tidak dibuat pelabuhan Kapal Besar, Pelabuhan yang ada hanya pelabuhan kecil untuk ferry penyeberangan ke Pulau-pulau kecil lain. Sementara Pelabuhan Besar untuk kapal barang dan lainnya terdapat di Kota Bitung kurang lebih 70 Km sebelah timur kota Manado.
Lokasi MAN Model Manado ini adalah ex Sekolah Cina, yang diserahkan ke Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1965. Pada awalnya digunakan untuk sekolah PGAN (Pendidikan Guru Agama Negeri) Manado Hingga Pada tahun 1992, kemudian beralih fungsi menjadi MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Manado hingga kini.
Embrio Madrasah Aliyah Negeri Model Manado adalah dari PGAN Manado yang beralih fungsi melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Agama Republik Indonesia No 42 Tahun 1992 tanggal 27 Januari 1992 tentang Pengalihan Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Kemudian dalam perkembangannya MAN Manado terpilih bersama 35 MAN di Indonesia lainnya sebagai Madrasah Aliyah Negeri Model, melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam No. IV/PP.00.6/KEP/17A/98 tertanggal 20 Pebruari 1998 tentang Penetapan 35 Madrasah Aliyah Negeri Menjadi MAN Model.
Kepala MAN Model Manado sejak berdirinya (tahun 1992) hingga sekarang secara berurutan adalah sebagai berikut :
Tabel 1 Daftar Nama Kepala MAN Model Manado
NO NAMA KEPALA MADRASAH PERIODE TUGAS KET.
1 Drs. Suwarto Tahun 1992s/d 1995

2 Drs. H. Muh.Sukarmi Tahun 1995s/d 1996

3 Imran Akili,S.Ag Tahun 1996s/d 1999

4 Drs. Sjamsuddin N. Tuli Tahun 1999s/d 2002

5 Drs. H. Abd. Rahim, M.Pd Tahun 2002s/d 2006

6 Drs. Alex K. Usman, M.Pd Tahun 2006s/d 2008

7 H. Mashar Kinontoa, S. Ag Tahun 2008 s/d sekarang
Sumber Data : Tata Usaha MAN Model Manado Juli 2010
Dalam rangka memfasilitasi kegiatan belajar mengajar di MAN Model Manado, maka penyelenggaraan pendidikan memerlukan dukungan sarana dan prasarana. Berbagai kelengkapan infra struktur serta fasilitas- fasilitas penunjang lainnya yang diperlukan untuk menerapkan sistem kurikulum tingkat satuan pendidikan di MAN Model Manado terus dikembangkan.
Tanah yang ditempati MAN Model Manado adalah tanah Milik Negara dengan Status Hak Pakai.Departemen Agama RI / Kantor Wilayah Dep. Agama Prop.Sulut sebagai pemegang Hak Pakai.Luas tanah keseluruhan sesuai dengan sertifikat adalah 10.073 m2 (termasuk KUA kec.Tuminting).Semua tanah dan halaman dipagar keliling dengan Tembok.Keadaan Bangunan Gedung Pada umumnya masih dalam kondisi baik karena sudah merupakan bangunan Baru. Pembangunan gedung baru dan Rehab terus dilakukan sejak sejak tahun 2000 hingga sekarang. Luas bangunan keseluruhan adalah 4.285 m2. Berikut ini data keadaan sarana dan prasarana pendidikan yang ada di MAN Model Manado.
Tabel 2
Keadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan MAN Model Manado
No. Jenis Fasilitas Jumlah KET
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

22. Gedung Kantor (2 Lantai)
Gedung PSBB (2 Lantai) Gedung MDC (2 Lantai) Ruang Perpustakaan Ruang Laboratorium Fisika
Ruang Laboratorium Bahasa
Ruang Laboratorium Bio-Kimia
Ruang Laboratorium Komputer
Ruang Ketrampilan Tata Busana
Ruang Keterampilan Tata Boga
Ruang Ketrampilan Mebeleir
Ruang Belajar/Kelas Asrama PSBB (2 Lantai)
Asrama Putri (2 Lantai)
Asrama Putra
Masjid
Rumah Dinas Type C. 7
Rumah Dinas Type D. 50
Kendaraan Dinas Roda Empat
Lapangan Olah Raga&Lapangan Upacara
Kantin Madrasah 1 Unit = 180 m2
1 Unit = 864 m2
1 Unit = 364 m2
1 Unit = 100 m2
1 Unit = 56 m2
1 Unit = 45 m2
1 Unit = 180 m2
1 Unit = 80 m2
1 Unit = 150 m2
1 Unit = 150 m2
1 Unit = 210 m2
26 Kelas =938 m2
1 Unit = 420 m2
1 Unit = 96 m2
1 Unit = 169 m2
1 Unit = 56 m2
1 Unit = 48 m2
1Unit (KijangExpo)
4 Unit

3 Unit
Sumber Data : Tata Usaha Man Model Manado Juli 2010
Untuk mengangkat citra Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Manado sebagai lembaga pendidikan Islam yang bermutu dan berkualitas baik dari segi proses maupun hasil pembelajaran, terutama dalam rangka mempersiapkan diri ke depan menuju ke taraf Madrasah Bertaraf Internasional (MABI), maka MAN Model Manado menetapkan VIsi, Misi, Sasaran dan Rencana Strategis sebagai berikut:
B. Visidan Misi MAN Model Manado:
“Berkualitas Dalam Imtaq, Berdaya Saing Dalam Iptek” Untuk merealisasikan tujuan diatas maka terbentuklah sebuah planing yang tercantum secara menyeluruh dalam Misi Lembaga, Langkah-langkah misi tersebut sebagai berikut:
a. Menyiapkan calon peserta didik yang menguasai IPTEK, mempunyai daya kreasi, inovatif, dan proaktif yang tinggi, serta memiliki landasan iman dan taqwa yang kuat.
b. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan profesional tenaga kependidikan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan.
c. Menjadikan MAN Model Manado, sebagai model dalam pengembangan pembelajaran IPTEK dan Bahasa Asing untuk meningkatkan mutu pendidikan.
d. Mengembangkan prestasi olah raga dan seni kepada seluruh warga MAN Model Manado.

C. SasaranMAN Model Manado
a. Terciptanya kehidupan religius di lingkungan MAN Model Manado di terimanya ≥ 30 % lulusan MAN Model Manado pada perguruan tinggi yang berkualitas.
b. Diraihnya prestasi olimpiade mata pelajaran yaitu Matematika, Fisika, Biologi, Bahasa Inggris, dan Amandemen UUD 1945.
c. Diraihnya prestasi olahraga dan seni dalam kegiatan Porseni baik pada tingkat kabupaten/kota dan tingkat propinsi serta tingkat nasional.

D. Rencana Strategis MAN Model Manado
a. Meningkatkan pelayanan administrasi ketatausahaan yang prima
b. Meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan, mutu pembelajaran serta prestasi belajar siswa
c. Membentuk peserta didik yang berakhlaqul karimah, berdisiplin tinggi, kreatif, inovatif sertasehat jasmani dan rohani
d. Menyiapkan sarana prasarana pendidikan yang berkualitas
e. Meningkatkan hubungan kerja sama antar civitas akademika, mitra kerja dan masyarakat
f. Mengatur kegiatan perayaan HARLA MAN Model, HAB Kementerian Agama, Hari hari Besar Islam dan Nasional
g. Melakukan kegiatan dokumentasi, publikasi dan informasi
h. Meningkatkan SDM yang berkualitas dan Islami
Sebagai penyelenggara pendidikan pada tingkat menengah atas di lingkungan MAPENDA Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Sulawesi Utara, MAN Model Manado diharapkan menjadi peletak dasar pembentukan aqidah dan akhlak Islami siswa, di samping sebagai lembaga pendidikan yang memberikan bekal ilmu pengetahuan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian MAN Model Manado memegang peranan penting dalam membentuk generasi muda yang Islami, serta sebagai aset dan harapan masyarakat muslim Sulawesi Utara untumemasukkan putra-putrinya sebagai siswa pada lembaga pendidikan ini.


Terjemahannya“ Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(Q.S :Al-Mujaadilah 11)
Keberhasilan MAN Model Manado dalam berbagai prestasi akademik dan ekstra kurikuler telah menumbuhkan antusias dan kepercayaan masyarakat yang relatif tinggi, hal ini terbukti dengan bertambahnya jumlah siswa baru yang mendaftar dari tahun ke tahun. Jumlah siswa MAN Model Manado pada setiap tahun pelajaran mengalami perkembangan yang cukup signifikan, hal ini ditunjukkan pada data perkembangan jumlah siswa berikut :
Tabel 3
Data Perkembangan Jumlah Siswa MAN Model Manado Tahun 2005 s/d 2011
N
o Tahun Pelajaran Jumlah Siswa Yang Mendaftar Jumlah Siswa Baru Yang Diterima Total Jumlah Siswa Kelas X s/d XII
1 2005/2006 266 250 648
2 2006/2007 284 265 665
3 2007/2008 305 275 685
4 2008/2009 337 286 720
5 2009/2010 382 304 756
6 2010/2011 435 365 847
Sumber Data : Tata Usaha MAN Model Manado Juli 2010
E. Data Guru-guru MAN Model Mando
Guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan di MAN Model Manado, maka sangatlah ditentukan oleh faktor guru sebagai tenaga pendidik, baik dari segi kuantitas, kualitas maupun kinerja. Hal ini dapat dipahami karena inti dari sebuah proses pendidikan adalah adanya kegiatan belajar mengajar, yang pada proses ini gurulah yang memegang peran utama dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Berkaitan dengan tugas profesionalnya, maka seorang guru di MAN Model Manado diupayakan untuk mengajarkan mata pelajaran yang sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan latar belakang pendidikannya. Hal ini mempengaruhi spesifikasi pengajaran, yang kemudian akan berpengaruh pada penerapan kurikulum yang ada, yang pada gilirannya akan sangat mempengaruhi kualitas pendidikan.
Berdasarkan data keadaan guru menunjukkan bahwa komposisi guru mata pelajaran yang melaksanakan tugas mengajar di MAN Model Manado relatif sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Sebagian besar tenaga pengajar adalah guru yang telah memilki pengalaman pengajar yang cukup, bahkan sebagian besar telah bersertifikasi sebagai guru profesional.Pada umumnya guru MAN Model Manado berstatus PNS Kementerian Agama, tiga orang guru PNS DIKNAS dan terdapat beberapa orang guru berstatus GTT atau honorer. Selain tugas utama sebagai GMP (Guru Mata Pelajaran) para guru juga mendapat tugas tambahan lainnya, seperti : wali kelas, Pembina kegiatan ektra kurikuler madrasah, Pembina rumpun mata pelajaran dan lain-lain.
Dalam memfasilitasi seluruh kegiatan pembelajaran, baik yang bersifat intra maupun ekstra, maka bidang administrasi ketatausahaan memiliki fungsi dan peran yang sangat urgen. Keberhasilan dalam penyelenggaraan proses pendidikan tentunya tidak bisa lepas dari dukungan manajemen sekolah yang baik serta pelayananan Administrasi ketatausahaan yang prima. Oleh karena itu MAN Model Manado terus melakukan upaya-upaya peningkatan kualitas SDM terhadap para pegawai tata usaha dan karyawan lainnya melalui berbagai jenis pendidikan dan pelatihan. Hal ini sebagaimana diutarakan Bpk. H. Mashar Kinontoa, S.Ag selaku kepala Madrasah.Berikut ini adalah data pegawai tata usaha dan karyawan yang ada di MAN Model Manado.
Data Pegawai Tata Usaha dan PTT MAN Model Manado Tahun 2011
NAMA PANGKAT/ GOLONGAN JABATAN / TUGAS KET.
Drs. Nana Muhdiana
NIP.196405211992031004 Penata Tkt.1,
III/d Ketua Tata Usaha

Hj. Zurni
NIP196312121987032001 Penata Muda
Tkt. I III/b Staf Tata Usaha

Husen Ali
NIP196408031988031003 Penata Muda
Tkt. I III/b Staf Tata Usaha

Sarintan H. Talib, S.Pd
NIP196804222006042001 Penata Muda
Tkt.I III/b Staf Tata Usaha

Sholehati
NIP196712251992032004 Penata Muda,
III/a Staf Tata Usaha

Hadijah Latada
NIP196504081986032001 Penata Muda,
III/a Staf Tata Usaha

Djubaidah T. STP
NIP197910102005012004 Pengatur Muda
Tkt. I II/b Staf Tata Usaha
BENDAHARA

Hi. Gaddafi Syawie,S.S
NIP197306232006041001 Penata Muda
III/a Staf Tata Usaha

Diany Syahfitri Narai
NIP198008222003122001 Pengatur Tkt.1,
II/d Staf Tata Usaha

SyaifullahAbdullah,S.Kom
NIP198209222009121006 Penata Muda
III/a Staf Tata Usaha

Zainal A. Gama Honorer Staf Tata Usaha
Ridwan Datau Honorer PSBB
Deysi Harun Honorer Perpustakaan PTT
Julianus Kaluara Honorer SATPAM PTT
Hamid Rahim Honorer SATPAM PTT
Bilal Makangiras Honorer Cleaning Service PTT
Yusup Makangiras Honorer Cleaning Service PTT
Hasan Ismail Honorer Cleaning Service PTT
Ading Matara Honorer Pertamanan PTT
Benny Budianto Honorer D R I V E R PTT
Sumber Data: Tata Usaha MAN Model Manado Juli 2010

F. Pembinaan Kesiswaan
Pembinaan kesiswaan di MAN Model Manado merupakan usaha, tindakan, atau kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah secara efektif dan efisien untuk mengoptimalkan potensi siswa agar tumbuh dan berkembang secara utuh dalam berbagai aspek kehidupannya, baik di sekolah maupun di luar sekolah sehingga terbentuk individu siswa yang sesuai dengan tujuan pendidikan .
Pembinaan kesiswaan secara umum dilaksanakan dengan tujuan untuk menunjang keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan MAN Model Manado, dan secara khusus adalah :
a. Memantapkan kemampuan intelektual siswa dalam menunjang keberhasilan mengikuti program kurikulum
b. Menumbuhkembangkan sikap kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi siswa untuk membina kehidupan bersama guna meningkatkan ketahanan sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan
c. Menumbuhkembangkan sikap positif pada diri siswa untuk ikut serta dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran dilingkungan pendidikan guna meningkatkan pengamalan wawasan wiyata mandala yang telah dimiliki siswa
d. Memperluas wawasan keilmuan siswa melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler antara lain : meningkatkan keterampilan berbahasa asing, Meningkatkan apresiasi seni dan budaya siswa, meningkatkan kesegaran jasmani dan rohani siswa, memperluas wawasan keagamaan, membina sikap beragama, meningkatkan keterampilan dakwah keagamaan serta membina kehidupan yang Islami di lingkungan lembaga pendidikan MAN Model Manado.

G. Program Ekstra Kurikuler
Program ekstra kurikuler bidang akademik antara lain yaitu : menyelenggarakan Olimpiade Mata Pelajaran, cerdas – cermat, seminar, pramuka, PMR, Sispala, dll.
1. Program ekstra kurikuler bidang Seni / Budaya antara lain yaitu : Kursus Baca Tulis Al – Qur’an, MTQ siswa , Qasidah, Band, Marcing Band, Musikalisasi puisi, Teater, Mading dan Junalistik.
2. Program ekstra kurikuler bidang Olah Raga antara lain yaitu : Membentuk tim olah raga Voly, Basket, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Takraw.
3. Program ekstra kurikuler bidang Sosial dan Keagamaan antara lain yaitu : Tadzkir, Perayakan hari-hari besar Islam, Peringatan hari-hari besar nasional, Dzikir Akbar, Buka puasa bersama, Safari Ramadhan, Keputrian, Bakti Sosial, Donor darah.

H. Prestasi Man Model Manado
1. 10 besar olimpiade Fisika se Propinsi Sulawesi Utara Tahun 2003
2. Juara umum olimpiade MAFIKIBB Tingkat Madrasah se Propinsi Sulawesi Utara 2005
3. Juara I Olimpiade Matematika dan Fisika Tingkat Madrasah se Propinsi Sulawesi Utara tahun 2007
4. Juara I Pidato Bahasa Jepang Tingkat SMA se Kota Manado Tahun 2008
5. Juara I Lomba Mading Tingkat Propinsi Sulawesi Utara Tahun 2008.
6. Juara II Cerdas Cermat UUD 1945 tingkat SMA se Indonesia di Sulawesi Utara tahun 2008.
7. Juara I MTQ Tingkat remaja se Sulawesi Utara tahun 2004
8. Juara II Marching Band se Indonesia Timur Tahun 2006
9. Juara Umum Marching Band Versi Kajurnas Prapon se Sulut Tahun 2006
10. Juara I Cerdas Cermat UUD 1945 Tingkat SMA se Indonesia di Sulawesi Utara.(Mewakili Propinsi Sulawesi Utara menuju Tingkat Nasional di Jakarta Bulan Juli 2009)
11. Juara I Dancer Tingkat Propinsi Sulawesi Utara tahun 2009.
12. Juara III Lomba Mading Tingkat Propinsi Sulawesi Utara tahun 2009.
(Buku Panduan MAN Model Manado Tahun 2010)
I. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) MAN Model Manado
Pengembangan KTSP merupakan hal yang sangat penting untuk menghadapi perkembangan pendidikan yang sangat cepat dan bersifat global dan kompetisi prestasi antar SMA/Madrasah khususnya di Manado dan lebih umum secara Internasional. Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka perlu langkah-langkah sebagai berikut :
a. Pengembangan Silabus tiap mata pelajaran yang dilaksanakan secara mandiri dalam wadah MGMP dan dikoordinasikan oleh koordinator mata pelajaran dengan difasilitasi oleh seorang fasilitator yang mampu mentransfer ilmunya dengan menggunakan bahasa Inggris dalam rangka menuju rintisan madrasah bertaraf internasional.
b. Bersamaan dengan manajemen mutu ISO (Kebersihan Lingkungan Sekolah) 9001 : 2000, hasil-hasil audit internal dan hasil-hasil pengukuran kepuasan pelanggan dapat dijadikan sebagai bahan untuk pengembangan KTSP sesuai dengan kebutuhan sekolah/madrasah menuju madrasah bertaraf internasional.
c. Menjalin hubungan kerja sama dengan sekolah/madrasah yang lebih unggul dari bagai daerah di Indonesia maupun di luar negeri.
Adapun Perangkat pembelajaran yang harus disediakan antara lain adalah :
a. Analisis kurikulum
b. Program tahunan
c. Program semester
d. Silabus pembelajaran
e. Analisis indikator
f. Rencana Paket Pembelajaran
g. Model pembelajaran
h. Buku penilaian dan analisis hasil belajar siswa
i. Buku Agenda Pembelajaran
j. Buku Absen dan Jurnal Kelas

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan.Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di MAN Model Manado apabila kegiatan belajar mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup dan terencana dengan baik supaya dapat diterima untuk memenuhi:
1. Kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat global
2. Mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia global
3. Sebagai proses untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tingg

Tabel 6
Muatan Mata Pelajaran KTSP MAN Model Manado
Komponen Alokasi Waktu (JMP)
A. Mata Pelajaran Semester I Semester II
1. Pendidikan Agama
a. Qur’an Hadits
b. F i q i h
c. Aqidah Akhlak
d. Sejarah Kebudayaan Islam
e. Ilmu Kalam
f. Tafsir – Ilmu Tafsir
e. Bahasa Arab
2
2
1

2

2
2
1

2

2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4
4. Bahasa Inggris 4 4
5. Matematika 4 4
6. Fisika 2 2
7. Biologi
8. Kimia 2
2 2
2
9. Sejarah
10. Geografi
11. Ekonomi
12. Sosiologi 1
1
2
2 1
1
2
2
13. Seni Budaya 2 2
14. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
15. Teknologi Informasi dan Komunikasi
16. Ketrampilan Bahasa Asing (Bahasa Jepang) 2
2

2
2 2
2

2
2
B. Muatan Lokal (Ketrampilan Mebeleir, Tata Busana, Tata Boga)
C. Pengembangan Diri 2*) 2*)
Jumlah 43 43

BAB III
PELAKSANAAN PPL
(Praktek Pemantapan Lapangan)
A. Alokasi Waktu PPL
Tanggal 6 Oktober 2011 merupakan awal kegiatan PPL, yaitu diadakannya Pembekalan PPL oleh Panitia Pelaksana kegiatan PPL STAIN Manado. Pada tanggal 17 Oktober 2011 diadakan pelepasan mahasiswa PPL oleh Ketua STAIN Manado yang diwakili oleh Yasin Jetta, M.Si selaku PK 1 di Aula STAIN Manado dan selanjutnya diadakan penerimaan oleh Staf Madrasah yang langsung disampaikan oleh Kepala Sekolah MAN Model Manado di Gedung PSBB MAN Model Manado. Pada hari yang bersamaan pula mahasiswa PPL diarahkan untuk bersilaturahmi sekaligus menerima tugas mengajar di kelas-kelas tertentu yang dibagi oleh Guru Pamong.
Kegiatan belajar mengajar di kelas dimulai pada tanggal 18 Oktober 2011 sampai dengan tanggal 3 Desember 2011. Adapun alokasi waktu PPL adalah kurang lebih dua bulan selama mencukupi minimal 8 kali pertemuan dalam proses belajar mengajar.

B. Lokasi PPL
Adapun dalam hal ini yang menjadi lokasi atau tempat PPL Mahasiswa STAIN Semester VII T.A. 2011/2012 yaitu di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Manado dengan No.Statistik 311176004001 di Propinsi Sulawesi Utara. Dengan Alamat, Jln. Hasanudin, Kec. Tuminting Kelurahan Islam No. 14, No.Telp.(0431) 864492, Kode Pos 95236.Penetapan lokasi PPL berdasarkan penetapan Panitia PPL STAIN Manado Tahun Akademik 2011/2012.

C. Pembimbing PPL
Selama melaksanakan kegiatan PPL, mahasiswa dibimbing oleh tiga orang pembimbing, diantaranya sebagai berikut :
1. Dosen Pembimbing
Mahasiswa PPL yang termasuk dalam kelompok III (terlampir), yang diarahkan langsung oleh Dosen Pembimbing dalam hal ini diwakili oleh Rizal Arsjad, M.A selaku Ketua Prodi PAI pada Jurusan Tarbiyah, mengingat Dosen Pembimbing (Feiby Ismail, S.Pd.I, M.Pd) yang ditunjuk langsung oleh Panitia Pelaksana PPL STAIN Manado berhalangan hadir, karena sedang berada di luar daerah. Tugas Dosen Pembimbing yaitu memberikan motivasi serta mengarahkan bagaimana proses pembelajaran yang seharusnya kita lakukan di kelas yang kemudian dapat berdampak pada efektifitas dan efisiensinya proses belajar mengajar selama PPL. Selain daripada itu Dosen Pembimbing juga berperan menjalin kerja sama dan berkonsultasi terhadap kinerja Mahasiswa PPL dengan Guru Pamong yang ditunjuk Kepala Sekolah.

2. Kepala Sekolah
Kepala Sekolah MAN Model Manado yaitu H. Mashar Kinontoa, S.Ag yang berperan sebagai salah satu pembimbing secara umum mengkoordinir Mahasiswa PPL baik jumlah maupun posisi yang seharusnya diprogramkan oleh Mahasiswa dalam melaksanakan PPL.Kemudian beliau menjelaskan situasi dan kondisi MAN Model Manado serta teknis waktu pembelajaran dan tata tertib yang ada di MAN Model Manado.

3. Guru Pamong
Guru Pamong untuk Mahasiswa PPL Kelompok III adalah Guslaeni, S.Ag sesuai dengan SK dari Ketua STAIN dan Kepala Sekolah MAN Model Manado.
Guru Pamong berperan mengkoordinir dan mengarahkan Mahasiswa PPL, selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, baik penempatannya di dalam kelas dan ataupun prosedur-prosedur mata pelajaran yang harus disesuaikan dengan pembelajaran di MAN Model Manado.Selain daripada itu Guru Pamong juga berperan berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing dalam hal kinerja Mahasiswa PPL sampai pada pemberian penilaian akhir.

D. Prosedur Pelaksanaan (Bimbingan) PPL
Adapun beberapa prosedur pelaksanaan (bimbingan) PPL yang berlandaskan pada supervisi Klinis, baik dalam latihan-latihan kegiatan mandiri maupun tugas-tugas guru, yaitu sebagai berikut :
1. Mahasiswa PPL membuat RPP sebelum masuk pada proses pembelajaran di dalam kelas yang disesuaikan dengan Silabus berdasarkan Instruksi dari guru pamong.
2. Sebelum masuk kelas, mahasiswa memperlihatkan RPP kepada guru pamong (Konsultasi)
3. RPP diperbaiki jika terdapat kesalahan.
4. Setelah diperbaiki kemudian diperlihatkan kembali kepada guru pamong, yang selanjutnya akan disahkan.
5. Konsultasi kepada guru pamong tentang proses pembelajaran di dalam kelas, kemudian meminta saran dan tanggapan dari guru pamong.
6. Pada minggu terakhir sebelum evaluasi semester ganjil, mahasiswa memasukkan laporan penilaian siswa kepada guru pamong.

E. Tugas Kependidikan
Tugas Kependidikan merupakan serangkaian pekerjaan yang wajib dilakukan oleh setiap pendidik. Tugas pendidik adalah sebagai berikut :

1. Mempersiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
RPP merupakan program pembelajaran yang bersifat aktual dan merupakan acuan bagi seorang pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran. RPP tersebut memuat standar kompetensi, kompetensi dasar, alokasi waktu, beberapa tujuan yang ingin dicapai yang tertuang dalam beberapa indikator, materi pembelajaran, metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar meliputi media dan alat yang digunakan, serta penilaian.
Model atau Format RPP (terlampir) berdasar pada Silabus dan disesuaikan dengan format RPP yang berlaku pada sekolah yang ditempati (MAN Model Manado). Adapun mata pelajaran fiqih yang diserahkan tanggung jawabnya kepada saya yaitu (terlampir) :
HARI WAKTU (JAM KE-) KELAS
Rabu 1 – 2 XII IPA Efektif
7 – 8 X.1
Kamis 1 – 2 X Bilingual 2

Secara sistematis RPP tersebut memuat hal-hal sebagai berikut :
a. Satuan Pendidikan
b. Semester dan Kelas
c. Mata Pelajaran
d. Standar Kompetensi
e. Kompetensi Dasar
f. Alokasi waktu
g. Tujuan Pembelajaran
h. Materi Pembelajaran
i. Metode Pembelajaran
j. Langkah-langkah pembelajaran meliputi (Pendahuluan, Kegiatan Inti dan Penutup)
k. Sumber belajar
l. Penilaian
2. Menjelaskan Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran disesuaikan dengan kompetensi dasar pada silabus/RPP pada setiap tingkat satuan pendidikan. Dalam menjelaskan materi pembelajaran saya menggunakan beberapa langkah sebagai berikut :
 Pendahuluan :
Pada pendahuluan, pada dasarnya untuk memberikan motivasi kepada siswa memusatkan perhatian dan mengetahui apa yang telah dikuasai siswa berkaitan dengan materi yang akan diajarkan. Kegiatan tersebut meliputi :
• Memberikan salam dan memulai pelajaran dengan membaca doa.
• Mengecek presensi siswa.
• Memberikan apersepsi : mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan materi pembelajaran sebelumnya.
• Menjelaskan tujuan yang ingin dicapai dari materi yang diajarakan.
 Kegiatan Inti :
Pada kegiatan ini mencakup :
• Penyampaian materi pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran melalui pendekatan, metode dan sarana serta alat/media yang sesuai.
• Pemberian bimbingan bagi pemahaman siswa
• Menjadi fasilitator sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap pemahaman siswa
 Penutup :
Kegiatan yang harus dilaksanakan pada akhirnya adalah :
• Mengadakan tanya jawab untuk memastikan pemahaman siswa.
• Merangkum materi yang baru saja diajarkan
• Melaksanakan penilaian akhir melalui prosedur penilaian
• Melaksanakan kegiatan tindak lanjut seperti PR dan lain sebagainya
• Mengakhiri proses pembelajaran dengan memberitahu materi yang akan diajarkan pada pertemuan selanjutnya.
• Berdoa dan memberi salam.

3. Melakukan Penilaian Terhadap Siswa
Setiap selesai satu KD, guru melakukan penilaian terhadap siswa melalui ranah Kognitif (Ulangan Harian Tertulis/Lisan), Afektif (Sikap) dan atau Psikomotorik (Praktek) (terlampir).

4. Melakukan Penilaian Pembelajaran Meliputi ;
 Persiapan (Perangkat Mengajar ; RPP dan Format Presensi dan Penilaian Siswa)
 Pelaksanaan (Pendahuluan, dan Kegiatan Inti; Doa, Presensi, Apersepsi, Metode Pembelajaran, Penggunaan Media Pembelajaran serta penguasaan kelas)
 Penutup (Kesimpulan dan Evaluasi/Penilaian)

5. Memberikan Bimbingan dan Arahan Kepada Siswa
Pada pukul 06.55 Wita, Mahasiswa PPL masuk kelas dan mulai mengarahkan siswa untuk melaksanakan bimbingan tadarus al-qur’an selama kurang lebih 10 menit. Selanjutnya diikuti dengan doa khatamal qur’an dan asmaul husna yang dibacakan secara berjamaah.

6. Melakukan kontrol dan memotivasi siswa
Selama berada di dalam kelas Mahasiswa PPL bertanggung jawab terhadap kelangsungan proses pembelajaran di dalam kelas sehingga bisa berjalan seefektif dan seefiseinsi mungkin. Selain daripada itu sebagai seorang guru, saya tidak lupa selalu memotivasi siswa agar tekun belajar dengan siapa saja, kapan dan dimana saja baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

7. Memberikan contoh teladan yang baik
Guru merupakan sosok yang selalu diguguh dan ditiru. Oleh karenanya sebagai seorang guru, saya selalu menjaga penampilan, retorika berbicara, hingga berusaha semaksimal mungkin menaati peraturan yang ada di MAN Model Manado, salah satu contohnya pada pukul 12.00 Wita melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di Mushollah sekolah.
Pelaksanaan PPL di MAN Model Manado, sebagian besar telah dilaksanakan secara menyeluruh walaupun ada beberapa tahap yang belum atau masih kurang optimal. Hal ini akan dibahas pada bab selanjutnya.
F. Tahapan Kegiatan Mahasiswa PPL
Adapun tahapan tugas kependidikan yang telah dilakukan melalui tahapan kegiatan Mahasiswa PPL sebagai berikut (terlampir) :
1. Datang tepat waktu ; dengan datang tepat pada waktunya maka dengan sendirinya hal tersebut menjadi penilaian tersendiri bagi siswa dan akan menjadi contoh untuk dapat mereka teladani
2. Mengisi Daftar Presensi Mahasiswa PPL di ruang guru
3. Berpakaian rapih dan bersih
4. Masuk mengajar sesuai waktunya dengan membawa perangkat mengajar
5. Menciptakan suasana belajar yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan.
6. Selalu memberikan motivasi kepada siswa
7. Bergaul dengan siswa, dan sesama guru serta karyawan yang ada secara wajar, sopan dan beretika.

BAB IV
HAMBATAN DAN PEMECAHANNYA

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses belajar mengajar, yaitu kondisi siswa dan motode belajar yang menyenangkan serta bentuk interaksi antara guru dan siswa agar dalam proses pembelajaran berjalan dengan lancar.
Dalam Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Manado, ada beberapa hal yang menjadi hambatan dalam menjalankan Program PPL diantaranya adalah:
a. Penulis tidak terlalu memahami tentang fungsi dan tugas guru pamong terhadap Guru PPL.
Permasalahan ini memang cukup mengganggu tugas dan fungsi Guru PPL selama menjalankan pembelajaran, namun permasalahan tersebut bisa ditolelir oleh penulis dengan memahami apa sebenarnya yang menjadi maksud dan tujuan dari PPL ini. Namun permasalahan itu membuat saya (selaku penulis) berpikir dan merenung bahwa dalam menanggulangi sebuah permasalahan haruslah juga kita memandangnya dengan penuh kritis dan besikap Mandiri. Sehingga permasalahan yang saya (selaku penulis) hadapi ini merupakan stimulus dari bagaimana cara kita untuk lebih besikap mandiri dan dewasa permasalahan yang ada.
1. Mengatasi siswa ribut di dalam kelas
Permasalahan ini memang cukup mengganggu pada saat kegiatan belajar berlangsung, Namun permasalahan ini dapat dimaklumi dengan cara memahami kondisi mereka, untuk mengatasi hal ini yaitu dengan membuat siswa sibuk dengan tugas-tugas ringan dan pastinya menyenangkan dengan mengikuti apa yang mereka inginkan dan bagaimana seharusnya proses pembelajaran atau metode pembelajaran apa yang cocok dengan keadaan tersebut.

BAB V
PENUTUP

Program Pengalaman Lapangan (PPL) secara khusus adalah salah satu program yang telah di SKS-kan sebagai salah satu pengganti dari mata kuliah di semester VII. Program PPL memilki Bobot SKS sebanyak 4 dan sangat diperlukan untuk memenuhi standar minimal untuk mengikuti salah satu program KKN dan Ujian Skripsi nantinya.
Program PPL juga secara umum merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan yang telah ditempuh oleh setiap mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Jurusan Tarbiyah, yang tentunya mencakupi pembinaan, kemampuan mengajar serta profesional dalam bidang yang diemban.
Berdasarkan gambaran Umum tentang Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang telah dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Manado, penulis mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang baru, baik kondisi sekolah, bagaimana cara mengajar yang efesien dan kondusif serta hal-hal lain seputar kegiatan belajar mengajar atau PPL.
Guru merupakan panutan atau pemimpin bagi siswa-siswanya, untuk itu sikap Fleksibelitas dan Profesionalitas mengajar sangatlah dibutuhkan bagi setiap guru untuk mencapai setiap tujuan yang tempuh.
Sekian apa yang bisa saya sampaikan melalui Laporan PPL ini, mohon maaf jika dalam penulisan laporan ini terdapat bahasa yang kurang berkenan pembaca dan ungkapan terima kasih kepada seluruh Civitas Akademika MAN Model Manado.
Wallahu’allam bis shawab…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: