Just another WordPress.com weblog

corak pendidikan yang ideal

CORAK DAN SIFAT PENDIDIKAN YANG IDEAL
Setelah merujuk pada sejumlah tokoh pendidikan Malik Fadjar menganjurkan gagasan pendidikan idealistik yaitu pendidikan Integralistik, Humanistik, Pragmatik, dan berakar budaya yang kuat. Corak pendidikan tersebut dapat dikemukakan sebgaai berikut:
1. Pendidikan Integralsitik
Mengandung komponen-komponen pendidikan yang meliputi tuhan, manusia, dan alam. Pada umumnya sebagai suatu yang integral bagi terwujudnya kehidupan yang baik, serta pendidikan yang mengangap mansuia sebagai sebuah pribadi jasmani dan rohani, intelektual, perasaan dan individual sosial. Pendidikan yang Integralsitik diharapkan dapat menghasilkan mansuia yang mermiliki integritas yang bisa bersyukur dan mnyatu dengan kehendak tuhannya, yang bisa menyatu dengan dnirinya sendiri (sehingga tidak memiliki kepribadian yang membelah), menyatuu dengan masyarakatnya ( sehingga bisa menghilangkan disintegrasi sosial), dan bisa menyatu dengan alam (sehingga tidak membuat kerusakan).
2. Pendidikan Humanistik
Memandang manusia sebagai manusia sebagai mansuia yakni sebagai makhluk ciptaan tuhan dengan fitrah-fitrah tertentu. Sebagai makhluk hidup, dia harus malangsungkan, emmpertahankan, dan mengembangkan hidup. Sebagai makhluk yang berada pada posisi batas antara hewan dan malaikat, yang menghargai hak asasi manusia, seperti hak untuk berlaku dan diberlakukan dengan adil, hak menyuarakan kebenaran, hak untuk berbuat kjasih sayang, dan lain sebagainya. Pendidikan Humansitik ini diharapkan dapat mengembalikan hati mansuia ditempatnya yang semula, dengan mengembalikan manusia kepada fitrahnya sebagai sebaik-baik makhluk, khairu ummah.
3. Pendidikan Pragmatik
Pendidikan ini memandang manusia sebagai makhluk hidup yang selalu membutuhkan sesuatu untuk melangsungkan, mempertahankan dan mengembangkan hidupnya baik bersifat jasmani seperti pangan, sandang, papan, sex, kendaraan, dan lain sebagainya. Dan juga bersifat rohani seperti berpikir, merasa, aktualisasi diri, kasih sayang, dan keadilan maupun kebutuhan sukmawi sepertidororngan untuk berhubungan dengan yang adikodrati. Selain itu pendidikan pragmatik diharapkan dapat mencetak manusia yang pragmatik yang sadar akan kebutuhan hidupnya, peka terhadap masalah kemanusiaan dan dapat membedakan mansuia dari kondisi situasi yang tidak manusiawi.
4. Pendidikan yang Brakar Budaya yang Kuat
Pendidikan yang berakar budaya yang kuat adalah pendidkan yang tidak meninggalkan akar-akar sejara, baik sejarah kemanusiaan pada umumnya maupun sejarah kebudayaan suatu bangsa atau kelompok ethnis tertentu. Pendidikan yang berakar budaya yang kaut diharapkan dapat membentuk manusia yang mempunyai kepribadian, harga diri, percaya pada diri sendiri, dan membangun peradaban berdasarkan budayanya sendiri yang merupakan warisan monumental dari nenek moyangnya. Namun bukan orang anti kemoderenan, yang menolak begitu saja arus transformasi budaya dari luar.

STRATEGI MEMBANGUN KECERDASAN DAN MEMPERLUAS WAWASAN
Pada bagian ini, Malik Fadjar bertolak daris ebuah asumsi yang menyatakan bahwa kemajuan suatu bangsa pada umunya ditentukan oleh bangsa itu dalam mendayagunakan sumber daya masusia melalui pergumulannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini dari sejumlah alasan sebagai berikut:
a. Allah memerintahkan manusia agar senantiasa berpikir dan menggunakan pikirannya dalam memecahkan persoalan hidup yang dihadapi, seperti dalam berpolitik, ekonomi, pendidikan, dan lain sebgaainya.
b. Allah telah malakukan liberalisasi dalam ilmu. Semua mansuia, khusunya muslim baik laki-laki dan perempuan mencari ilmu kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Allah sanagt mencela orang-orang yang bodoh dan sebaliknya, sanagt mencintai ornag-orang yang berilmu. Selanjutnya orang-orang ynmga berilmu diiwajibkan menyebarluaskan pengetahuannya itu kepada orang lain, dan mengamalkan pengetahuannya itu demi kemashlahatan seluruh umat manusia serta mencela orang yang menyembunyikan (memonopoli) termasuk menyembunyikan hasil-hasil risetnya. Karena penyembunyian ilmu pengetahua, termasuk juag hasil-hasil riset merupakan indikasi bahwa ilmudan hasil risetnya itu bukan unutuk kemashalahatan umat manusia melainkan untuk tujuan yang kurang baik.
c. Dengan akal manusia diperintahkan untuk membuktikan kekuasaan Allah denagn cara mengkaji dan mengelola alam demi keperluan hidupnya, tetapi juga dilarang untuk berbuat kerusakan dan pertumpahan darah. Bahkan dalam arti ini, Allah telah memberikan pernyataan-pernyataan penting dalam al-Qur’an, yaitu adantya potensi-potensi besar yang ada didaratan, dilautan, dan diluar angkasa. Al-Qur’an juga membrikan Postulat-popstulat atau aksioma-aksioma sebagai kunci memahami dan mendayagunakan alam.
d. Manusia diperintahkan untuk mengembara dimuka bumi (fantasiru fi al-ardl) dalam rangka mencari ilmu penegtahuan. Karna setiap bngsa oleh Allah diberikan diberikan keistimewaan sendiri-sendiri. Dan ilmu penegtahuan dan perkembangan dan perkembangan pemikiran umat manusia tidak berhenti apalagi mundur, melainkan berputar dan berpindah daris uatu bangsa pada kurun wakgtu yang berbeda, karena itu kalau suatu bangsa ingin bangkit menguasai ilmu pengetahuan, maka ia perlu melakuakn pengembaraan keberbagai bangsa.
e. Kecintaan terhadap informasi atau ilmu pengetahuan yang akhirnya menumbuhkan kecintaan pada kegiatan belajar merupakan hal yang pertama kali diperintahkan dalam al-Qur’an sebagai mana terdapat pada surah Al’Alaq yang pertama kali diturunkan. Didalam ayat tersebut terdapat diperintah untuk membaca untuk mengkaji hakikat tuhan, manusia, alam hubungan antara ketiganya, serta fungsi masing-masing. Pengkajian terhadap tuhan akan melahirkan idealisme dan nilai-niali univerasal yang merupakan idealitas manusia dan pedoman hidup yang absolut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: