Just another WordPress.com weblog

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sebagai makhluk sosial, manusia dalam kehidupannya membutuhkan hubungan dengan manusia lain. Hubungan itu terjadi karena manusia menghajatkan manusia lainnya, ketika sesuatu yang akan di lakukan tidak dapat di kerjakan seorang diri. Kebutuhan yang berbeda-beda dan karena saling membutuhkan, membuat manusia cenderung untuk melayani kebutuhan manusia lainnya selain demi kepentingan pribadi.
Kecenderungan manusia untuk berhubungan melahirkan komunikasi dua arah melalui bahasa yang mengandung tindakan dan perbuatan. Karena ada aksi dan reaksi, maka interaksi pun terjadi. Karena itu, interaksi akan berlangsung bila ada hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih.
Namun perlu di ingat, interaksi sebagaimana di sebutkan di atas bukanlah interaksi edukatif, karena interaksi itu tidak mempunyai tujuan yang jelas. Kedua belah pihak tidak bermaksud untuk mengubah tingkah laku dan perbuatan lawan bicaranya. Mereka melakukan interaksi dengan tujuan masing-masing. Karena itu interaksi antara manusia selalu mempunyai motif-motif tertentu guna memenuhi tuntutan hidup dan kehidupan mereka masing-masing.
Interaksi yang berlangsung di sekitar kehidupan manusia dapat di ubah menjadi ‘interaksi yang bernilai edukatif’, yakni interaksi yang dengan sadar meletakkan tujuan untuk mengubah tingkah laku dan perbuatan seseorang. Interaksi yang bernilai pendidikan ini dalam dunia pendidikan disebut sebagai ”interaksi edukatif’
Interaksi akan selalu berkait dengan istilah komunikasi atau hubungan. Kegiatan komunikasi bagi diri manusia merupakan bagian yang hakiki dalam kehidupannya. Dinamika kehidupan masyarakat akan senantiasa bersumber dari kegiatan komunikasi dan interaksi dalam hubungannya dengan pihak lain dan kelompok. Bahkan dapat dikatakan melalui komunikasi akan terjaminlah kelanjutan hidup masyarakat dan terjamin pula kehidupan manusia.
Dalam kehidupan di sekolah SMK Muhammadiyah Bitung bertempat di Jalan Perjuangan Kec. Wangurer Kota Bitung, terutama di kelas XII RPL interaksi edukatif sangat penting pada roda Pendidikan yang ada pada saat itu di mulai dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada mata pelajaran Agama Islam oleh guru yang bersangkutan. Karena itu, interaksi edukatif merupakan salah satu aktivitas pendukung untuk meminalisir kondisi kesenjangan antara kedua belah pihak (guru dan siswa). Dengan penguasaan kelas, pengelolaan aset tanya jawab, serta kerjasama kelompok bisa kemungkinan menjadi jaminan dalam keberhasilan peranan guru dalam membangun interaksi edukatif dalam pelaksanaan KBM di kelasnya.
Sekarang ini, banyak segala usaha yang di lakukan dan di halalkan oleh guru pada mata pelajaran agama islam dalam berbagai cara, agar bisa memenuhi kebutuhan komunikasi dalam interaksi edukatif demi kelangsungan kehidupan suasana di kelas pada saat jam pelajarannya. Salah satu caranya dengan memberikan asupan materi keagamaan islam dengan menyisipi sedikit canda, atau dengan memberikan sedikit kuis yang menyangkut dengan materi yang bersangkutan agar bisa terjalin komunikasi dan mencegah kesenjangan di antara keduanya (guru dan siswa).
Seperti halnya dalam usaha membangun hubungan interaksi edukatif pada siswa, seringkali umumnya guru yang bersangkutan memberikan hukuman yang tak sepatutnya di terima oleh siswa sehingga memungkinkan cara pandang siswa terhadap guru sangat memprihatinkan. Cara seperti ini, sering dilakukan oleh pihak pendidik (guru) tanpa melihat konsekuensinya untuk wajah dunia pendidikan Indonesia yang jauh dari harapan, harapan seorang pendidik yang penuh dengan kasih sayang. Guru seperti itu bukanlah sifat dari seorang guru (pendidik) yang di harapkan.
                ………….
Artinya “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu ……..” (Q.S Ali-Imran:159)
Mengapa hal itu terjadi, hal tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan trik atau cara bagaimana seorang guru dapat menguasai kondisi atau situasi di kelas atau kurang menguasai jiwa (karakter) anak didik (siswa).
Dalam peningkatan kinerja guru dan pemahaman siswa terhadap karakter seorang guru akan ditinjau lebih jauh dari tulisan ini, Karena sangat jauh dari harapan untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dalam interaksi edukatif pada proses belajar mengajar di kelas. Yang pastinya juga melenceng dari pengertian dan tujuan pendidikan dan memporak-porandakan dunia pendidikan Indonesia saat ini. Dengan hal tersebut maka penulis merasa perlu untuk membahas permasalahan tersebut yang akan dikupas pada Bab berikut.
B. Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
Mengacu pada uraian pemikiran pada latar belakang masalah, penulis menemukan masalah pokok dalam draft skripsi ini.
Adalah: “Polemik dari interaksi guru PAI dalam pembelajaran”
Dari permasalahan tersebut penulis merumuskan beberapa sub masalah agar pembahasan selanjutnya akan lebih rinci dan terarah, yakni:
1. Bagaimana model – model interaksi yang di bangun oleh guru PAI dalam pembelajaran.
2. Bagaimana dampak interaksi yang di bangun oleh guru PAI dalam pembelajaran terhadap hasil belajar.
C. Pengertian Judul
Untuk memudahkan pemahaman kita dalam Skripsi ini, maka penulis merasa perlu untuk menguraikan judul tersebut tentang; “interaksi edukatif guru PAI dalam pembelajaran.
a. Interaksi Edukatif adalah hubungan dua arah antara guru dan anak didik dengan sejumlah norma sebagai mediumnya untuk mencapai tujuan pendidikan.
b. Guru ialah figur manusia sumber yang menempati posisi dan memegang
peranan penting dalam dunia pendidikan, atau dengan kata lain orang tua kedua setelah orang tua dalam keluarga siswa itu sendiri.
c. PAI ialah mata pelajaran pendidikan yang menyangkut agama islam (Pendidikan Agama Islam)
d. Pembelajaran merupakan Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar informasi.
D. Metode Penilitian.
Dalam metode penilitian skripsi ini, penulis menggunakan beberapa metode penilitian untuk membantu penulis dalam meneliti permasalahan pokok yang akan dibahas oleh penulis. Maka peneliti menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif, di karenakan penelitian ini sangat relevan dengan ciri khas penelitian kualitatif. Adapaun metode penelitian yang dimaksud yaitu;
Metode Pengumpulan Data
Dalam menggumpulkan data, penulis menggunakan metode sebagai berikut;
a. Library Research (penelitian kepustakaan) yaitu suatu metode penelitian dengan jalan mempelajari buku-buku (literature) yang berhubungan dengan pembahasan skripsi.
b. Field Research (penelitian lapangan) yaitu metode penelitian yang secara langsung turun ke objek penelitian dengan cara;
1. Observasi (pengamatan), yaitu: di gunakan dalam rangka mengumpulkan data dalam suatu penelitian dan melakukan pengamatan intensif ke lokasi penelitian, karena merupakan hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya suatu rangsangan tertentu yang di inginkan atau suatu studi yang di sengaja dan sistematis tentang keadaan/fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan mengamati dan mencatat.
2. Interview (wawancara), yaitu: teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada si peneliti. Serta mengumpulkan data dengan cara melakukan wawancara terhadap subjek penelitian. Wawancara ini dapat dipakai untuk melengkapi data yang diperoleh melalui observasi.
E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian.
Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana model – model interaksi yang di bangun oleh guru PAI dalam pembelajaran.
2. Untuk mengetahui dampak interaksi yang di bangun oleh guru PAI dalam pembelajaran terhadap hasil belajar.

Selain memiliki tujuan yang dimaksud di atas, penelitian ini juga mempunyai kegunaan sebagai berikut:
a. Untuk menambah wawasan penulis dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang Guru dan PAI, serta sebagai langkah awal penulis untuk mengembangkan penulisannya. Juga untuk mengetahui permasalahan-permasalahan khususnya dalam bidang peranan yang banyak di lakukan kesalahan-kesalahan oleh sebagian guru dalam meningkatkan interaksi edukatif dalam proses belajar mengajar.
b. Sebagai sumbangan pemikiran bagi para pembaca, sehingga dapat menjadi bahan informasi bagi siapa saja yang meminjam atau membaca hasil penelitian ini, untuk dapat lebih mengetahui betapa pentingnya usaha-usaha yang bijak yang di lakukan oleh guru dalam suasana membangun interaksi edukatif dalam proses belajar mengajar.
F. Garis-Garis Besar Isi Skripsi
Dalam penulisan skripsi ini memiliki garis-garis besar isi skripsi, dan agar mempermudah dan memperoleh gambaran singkat maka penulis membagi sistematika pembahasan yang dalam garis besarnya sebagai berikut:
Pada Bab pertama, merupakan pembahasan tentang pendahuluan yang didalamnya terdapat latar belakang masalah, rumusan dan batasan masalah yang merupakan hasil penguraian latar belakang, dan sekaligus titik sentral pembahasan skripsi. Kemudian penulis menarik jawaban sementara terhadap permasalahan tersebut ke dalam hipotesis, untuk menghindari kajian yang keliru terhadap kajian ini, penulis memberikan pengertian judul, yang selanjutnya di ikuti dengan penetapan metode-metode penelitian serta penetapan tujuan dan kegunaan penelitian yang akan di capai, terakhir sub bab pertama ini ditutup dengan pemaparan garis-garis besar isi skiripsi.
Bab kedua, merupakan pembahasan mengenai situasi dan kondisi objektif Kelas XII RPL, sejarah singkat kelas XII RPL, keadaan siswa di lingkup kelas XII RPL dalam interaksi edukatif bersama guru dalam proses belajar mengajar pada jam pelajaran agama islam.
Bab ketiga, pembahasan mengenai Metodologi Penelitian berupa kajian yang di ambil dari beberapa refrensi yang menyangkut tentang pengertian pokok adanya fungsi (peranan) pendidik (guru) dalam membangun interaksi edukatif pada jam mata pelajaran agama islam, dan pembahasan ayat Al-Qur’an mengenai cara seorang pendidik (guru) dalam penguasaan kondisi kelas dalam interaksi edukatif pada proses belajar-mengajar dan apa hikmahnya bila usaha tersebut dilakukan secara tidak sepatutnya dan bertentangan dari tujuan pendidikan di Indonesia.
Bab keempat, membahas mengenai analisa yang sesuai dengan hasil penelitian yang di peroleh pada masyarakat Kelas XII RPL yang menyangkut adanya peranan (fungsi) pendidik (guru) dalam interaksi edukatif pada proses belajar-mengajar di kelas XII RPL SMK Muhammadiyah Bitung, serta mengetahui adanya dampak buruk yang terjadi bila adanya kesenjangan komunikasi dalam membangun interaksi edukatif pada proses belajar mengajar, dan juga adanya upaya (usaha) dan solusi terhadap polemik dari permasalahan yang terjadi di kelas XII RPL, sehingga pada prosesnya mencapai tujuan yang diinginkan.
Bab kelima, penutup: yaitu yang berisi tentang kesimpulan dan saran-saran penulis, dalam penulisan skripsi ini.


DAFTAR PUSTAKA

Djamarah Bahri Syaiful, “Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif ”, Jakarta,
PT. Rineka Cipta, 2000

A.M. Sardiman, ” Interaksi & Motivasi Belajar-Mengajar”, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2005

Dimas Setiawan, “Kamus Lengkap Bahasa Indonesia”, Jakarta, Bintang Indonesia, 2003

Mardalis, “Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal”, Jakarta: Bumi Aksara, 2006

Muhammad, Metodologi Penelitian I, Yongjakarta, Citra Kencana Gramedia, 2000

Sofian Hadia.T., Kamus Ilmiah Kontemporer, Bandung, Pustaka Setia, 1999

Ys Marjo, “Metodologi Penelitian”, Jakarta, Beringin Jaya Surabaya, 1997

Sutan Rajasa, “Kamus Lengkap Indonesia”, Surabaya, Mitra Cendikia, 2000

Ridwan, “Kamus Kurikulum Sekolah”, Bandung, Cendekia Present, 2001

Departemen Agama RI, “Al-Qur’an dan Terjemahannya, Bandung, Dipenogoro, 2003

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: