Just another WordPress.com weblog

BABI
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Manusia sebagai penghuni bumi menggukan cara hidup menurut ajaran islam yaitu bersifat harmonis dan konsisten yang di rancang sebagai kekuatan dan pandangan hidup untuk seluruh manusia sebagai penghuni bumi . islam sebagai pandangan hidup dimaksudkan untuk untuk menjadikan islam sebagai cermin dan standarisasi dalam menjalangkan hidup yang sering melahirkan berbagai macam problematika kehidupan, baik maalah politik, ekonomi, budaya, hukum dan lain sebagainya, dalam persolan ini islam sering mendapat kesulitan untuk masuk dan bersentuhan lansung dengan budaya atau adat istiadat. Misalnya sanksi adat terhadap pelaku perzinahan yang ada pada desa sepa kecamatan amahai kabupaten maluku tengah yang berhubungan lansung atau bersangkut paut dengan ajaran ajaran islam yang bersumber dari al-quran maupun hadits.
Masyarakat desa sepa kecamatan amahai kebupaten maluku tengah adalah masyarakat yang mayoritas penduduknya beragama islam. Dalam menjalangkan syari’at islam masih terpengaruh dengan berbagai adat istiadat yang telah mendara daging dalam kehidupan masyarakat dan telah tumbuh bertahun tahun dari leluhur. Dalam hal ini apabilah ada laki laki dan perempuan yang dalam pergaulanya melanggar batas batas yang ditentukan dalam agama atau berbuat zina di luar nikah atau sudah menikah , maka mereka akan mendapatkan sanksi adat oleh para saniri atau ( pemangku adat ) yaitu mereka di pakai degan nyiur kelapa kemudian mereka dibawah di depan umum sambil meneriakan nama nama mereka seperti “ani dan amat tertangkap tangan melakukan zina” dengan kata lain mereka di permalukan didepan umum dan para pemangku adat memukul tipa (rebana) untuk memanggil atau mengumpulkan masyarakat agar menyaksikan apa yang mereka telah diperbuat sanksi yang diberikan oleh para pemangku adat hal ini menandakan bahwa mereka telah terbukti melakukan perbuatan zina. ini dilakukan sebagai pelajaran kepada masyarakat agar jangan sampai terulang melakukan hal yang sama. Saksi ini diberikan karena berlaku di masyarakat desa sepa kecamatan amahai kebupaten maluku tengah secarah turun temurun oleh para leluhur. Pelaksaan adat ini bilah di kaitkan dengan firman Allah Swt. QS al-Nur :2 yang artinya:
“Perempuan yang berzina dan laki laki yang berzina maka deralah tiap tiap seorang dari keduannya seratus kali dera, dan janganlah belas kasih kepada keduanya mencegah kaum untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhir, dan hendaklah pelaksaan hukuman mereka di saksikan oleh sekumpulan orang orang beriman”
Dari uarai di atas jelas pelaksaan adat di desa sepa kecamatan amahai kabupaten maluku tengah secarah khusus pelaksaan sanksi adat terhadap pelaku perzinahan yang selah ini dilestarikan pada masyarakat telah menyimpang dari hukum islam yang sesungguhnya. Oleh karenanya penulis meras tertarik dan mencoba melaksanakan studi lapangan.
B. Rumusan Dan Batasan Masalah
Mengacu dari uraian latar belakang dui atas, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana pandangan hukum islam terhadap saksi adat bagi perbuatan zina di desa sepa kecamatan amahai kabupaten maluku tengah
2. Apakah saksi adat bagi perbuatan zina di desa sepa kecamatan amahai kabupaten maluku tengh sesuai dengan hukum islam
Dari kedua masalah pokok diatas, maka penulis membatasinya pada kedudukan adat di desa sepa kecamatan amahai kabupaten malukuh tengah.

C. Hipotesis
Sejumlah hipotesis yang diruuskan akan diuji dalam enulisan ini, hipotesis tersebut yaitu sebgai berikut:
1. Hukum islam memandang bahwa sanksi adat bagi pelaku zina yang diterapkan didesa sepa kecamatan amahai kabupaten malukuh tengah adalah baik, sebab dengan adanya saksi adat didesa sepa akan sangat berhati hati bagi masyarakat khususnya genarai muda untuk melakuan perbuatan zina baik yang sudah menikah maupun belum menikah
2. Menurut hukum islam saksi adat bagi pelaku zina diesa sepa kecamatan amahai kabupaten Maluku tengah, tidak sesuai dengan hukum islam, karena islam memandang bahwa saksi yang dikenakan untuk para pezina adalah hukuman dera atau cambuk sebanyak seratus kali dan disaksikan oleh orang orang yang beriman, bukan sekedar memakai baju yang terbuat dari nyiur kelapa dan dipermalukan didepan publik dengan cara diterikan nama nama mereka
D. Pengertian Judul
Skripsi yang dibahas berjudul” tinjauan hukum islam terhadap sanksi adat bagi pelaku zina didesa sepa kecamatan amahai kabupaten Maluku tengah” menurut penulis yaitu:
Peraturan yang diturunkan oleh Allah untuk ditaati segenap manusia yang wajib di laksanakan.
Sedangkan menurut ahmad rafiq hukum adalah:
Seperangkat aturan tentang tindak atau tinkah laku yang diakui oleh suatu Negara atau masyarakat, berlaku dan mengikat untuk seluruh anggotanya
Islam berasal dari kata salam, salaman, wasalamatan, berarti selamat dari bahaya
Hukum islam adalah hukum yang bersumber dari alquran Allah Swt dan al-hadits Nabi Mun hammad Saw yang dibebankan kepada para mukallaf untuk wajib di laksanaka
E. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Metode pendekatan :
Dalam pembahasan skripsi ini, penulis menggunakan metode deskriptif, yaitu suatu metode yang digambarkan secara tetap sifat dan keadaan suatu individu , gejala ataupun kelompok tertentu.
2. Metode Pengumpulan Data:

a. Field Research ( penelitian lapangan) yang di maksudkan dengan penelitian lapangan ini iyalah suatu upaya dari penulis untuk memperoleh gambaran umum data yang di inginkan yang ada hubunganya dengan penelitian penulis
b. Library research (penelitian kepustakaan) yaitu penelitian yang mempelajari beberapa buku dan tulisan tulisan lainya untuk mendapatkan bahan –bahan teoritis yang diperlukan dalam pembahasan yang relevan dengan judul skripsi ini.
3. Tekhnik Pengumpulan Data, dengan cara:
– Observasi , ini dipakai untuk mengungkapkan atau mendapatkan data dengan jalan mengamati gejala gejala yang diselidiki, dimana gejala itu sudah berlansung.
– Wawancara (interviu) dengan jalam menemui lansung para tokoh masyarakat yang banyak mengetahui seluk beluk tentang penerapan saksi adat bagi pelaku zina sekaligus memperdalam pengertian yang telah didapat dari observasi
4. Tekhnik analisa data,
dengan menggunakan metode
a. Metode Induktif adalah untuk mendapatkan jawaban atas penelitian terhadap praktek saksi adat bagi pelaku zina secara umum, peneliti lebih memfokuskan penelitian terhadap salah satu unsure masyarakat.
b. Metode Deduktif adalah dalam peneliti praktek bagi pelaku zina peneliti lebih dahulu meneliti proses pelaksanaan sanksi adat bagi pelaku zina yag berlaku di desa sepa kecamatan amahai kabupaten maluku tengah sehingga gambaran tentag praktek saksi adat bagi nikah hamildapat diketahui dengan jelas.
c. Metode komperatif adalah dengan cara membandingkan berbagai pendapat yang berbeda baik data yang diperoleh dari para koresponden maupun dari buku buku literature yang ada hubunganya dengan pembahasan dalam skripsi ini. Kemudian dari perbandingan tadi ditarik kesimpulan sebagai bahan dalam memcahkan masalah yang dibahas.
F. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Berdasarkan uraian –uraian yang dikemukakan pada sebelumnya maka penulis bertujuan untuk:
1. Untuk memperoleh data yang akurat tentang adat sanksi yang diterapkan oleh para pemangku adat didesa sepa kecamatan amahai kabupaten Maluku tengah
2. Untuk memperoleh gambaran yang jelas, sejaumana pengaturan dan pemberlakuan hukum islam dalam masalah zina di desa tersebut.
3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat di pergunakan sebagai patokan dalam memberikan bahan masukan bukan saja kepada para muballigh dan para pemangku adat tetapi juga kepada seluruh lapisan masyarakat desa sepa kecamatan amahai kabupaten Maluku tengah .
Sedangka kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi masyarakat islam pada umumnya dan pada generasi muda islam pada khususnya dalam prgaulan yang bebas dalam artian bertanggungjawab dan berpatokan pada tuntunan yang islami.
G. Garis –garis besar Isi Skripsi
Skripsi ini didahului pada bab pertama dengan mengemukakan pendahuluan yang mengungkapkan permasalahan. Lalu setelah permasalahan itu dapat tergambar sedikit, maka penulis mengemukakan rumusan masalah serta hipotesis yang meskipun masih jauh dengan kebenaranya, tetapi cukup menggambarkan isi skripsi. Setelah itu memasuki pengertian judul, selanjutnya metode yang digunakan agar mempermudah penguraian. Tujuan dan keguanaan penelitian serta garis garis besar skripsi.
Sedankan pada bab kedua penulis menggambarkan profil lokasi penelitian, yang membahas skilas tentang sejarah dan letak gegrafis, stuktur organisasi pemerintahan, keadaan penduduk, kondisi social budaya dan diakhiri dengan kondisi pendidikan.
Pada bab ketiganya yaitu saksi adat menurut hukum islam. Bab ini pula diuraikan tiga sub bab, yang masing masing sebagai awalnya dari bab, ialah pengertian perzinahan , dan dasar hukum perzinahan, dan di akhiri dengan saksi perzinahan.
Bab keempat, tentang sanksi adat bagi pelaku perzinahan menurut hukum islam, yang menguraikan adat atau budaya di desa sepa kecamatan amahai kabupaten Maluku tengah menurut persepektif hukum islam.
Dan sebagai penutup bab, penulis mengungkapkan dari kesimpulan keseluruhan pembahasan, yang diiringi dengan beberapa implikasi penelitan dari penulis, selanjutnya mencantumkan buku buku yang menjadi pedoman dalam penyusunan pada akhiri bab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: