Just another WordPress.com weblog

METODOLOGI

A. Pengertian Didaktik, Metodik, dan Metodologi Pengajaran
1) Didaktik
Pekerjaan guru sebagai pendidik adalah pekerjaan mulia dan penuh tanggung jawab. Pekerjaan itu adalah kerja budaya yang menentukan tingkah kebudayaan pada masa yang akan datang. Untuk pekerjaan itu, guru harus disiapkan, sebab dengan mengandalkan bakat saja tidaklah mencukupi untuk tercapainya pekerjaan seorang guru, artinya seorang guru tidak akan menjadi guru yang baik apabila ia mengabaikan asas-asas mengajar. Pekerjaan guru haruslah bisa menjadi tuntunan bukan menjadi tuntutan.
Yang terjadi sekarang adalah seseorang yang ingin menjadi guru karena faktor tuntutan, karena sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Maka alternatif yang paling mudah adalah menjadi seorang guru. Tentu saja kualitas dari seorang guru yang instan ini perlu dipertanyakan lagi. Tapi walaupun demikian, bukanlah tidak boleh faktor tuntutan mengiringi dari pekerjaan guru tersebut, karena dengan belajar pekerjaan guru ini bisa menjadi mudah bahkan mungkin menyenangkan bagi dirinya maupun orang lain.
Seperti halnya segala praktek maka praktek mengajar harus dipelajari sambil berbuat. Hasil dari cara belajar demikian tidak dengan pengertian tentang apa, dan bagaimana pekerjaan itu. Karena pekerjaan guru harus dapat dipertanggung jawabkan maka harus ada teori sebagai dasar. Guru harus memiliki pengetahuan tentang itu yaitu ilmu mengajar atau didaktik.
Didaktik berasal dari bahasa Yunani didaskein yang berarti pengajaran dan didaktikos berarti pandai mengajar. Dengan didaktik kita maksud ilmu mengajar yang memberikan prinsip tentang cara-cara menyampaikan bahan pelajaran sehingga dikuasai dan dimiliki oleh anak-anak.
Prinsip didaktik yang sering dikemukan adalah motivasi, aktivitas, peragaan,individualitas, apersepsi, lingkungan, korelasi, dan konsentrasi atau integrasi.
Didaktik atau ilmu tentang mengajar tersebut memperoleh bantuan dari ilmu-ilmu lain dan bertalian erat dengan sejumlah ilmu lainnya. Didaktik adalah sebagian dari paedagogik atau ilmu mendidik.

Didaktik digunakan dalam pendidikan formal yang dilakukan disekolah. Oleh karena itu didaktik dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1) Didaktik Umum, yaitu ilmu yang memberi petunjuk-petunjuk umum, yang berlaku untuk semua mata pelajaran, seperti : Dasar-dasar didaktik, persekolahan, guru, murid, hubungan antar murid dan sebagainya.
2) Didaktik Khusus, yaitu ilmu yang menguraikan tentang cara-cara mengajar untuk mata-mata pelajaran tertentu saja. Didaktik khusus juga disebut dengan Metodik.
2) Metodik
Metodik berasal dari bahasa Yunani methodos, yang terdiri dari dua suku kata meta dan hodos. Meta artinya melalui hodos artinya jalan. Dengan demikian metodik mempunyai arti cara melakukan sesuatu atau prosedur.
Metodik dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1. Metodik Umum, yang menyelidiki hal-hal yang umum dalam mengajar tiap-tiap mata pelajaran terdiri dari :
a. Rencana pelajaran
b. Jalan pelajaran
c. Sikap dan gaya
d. Bentuk pelajaran dan metode mengajar
e. Alat-alat pelajaran
2. Metodik Khusus, yang menguraikan tentang cara mengajar untuk setiap mata pelajaran.
3) Pengertian Metode
Metode dalam bahasa arab dikenal dengan istilah thuriquh yang berarti langkah-langkah strategis dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. bila dihubungkan dengan pendidikan, maka strategi tersebut haruslah diwujudkan dalam proses pendidikan, dalam rangka pengembangan sikpa mental dan kepribadian agar peserta didik menerima pelajaran dengan mudah, efektif, dan dapat dicerna dengan baik.
Metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didikpada saat berlangsungnya proses pembelajaran. dengan demikian, metode mengajar merupakan alat untuk menciptakan proses permbelajaran.

Dalam pandangan Filosofis pendidikan, metode merupakan alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. alat itu mempunyai fungsi ganda, yang bersifat polipragmatis dan monopragmatis.
Para ahli mendefinisikan metode sebagai berikut:
1) Hasan Langgulung mendefinisikan bahwa metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan.
2) Abd. Al-rahman Ghunaimah mendefinisikan bahwa metode adalah cara-cara yang praktis dalam mencapai tujuan.
3) Al-Ahrasy mendefinisikan pula bahwa metode adalah, jalan yang kita ikuti untuk memberikan pengertian kepada peserta didik tentangsegala macam metodedalam berbagai pelajaran.
Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa metode adalah seperangkat cara, jalan, tekhnik yang digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam silabi mata pelajaran.
Pengertian Metodologi Pendidikan
Istilah Metodologi Pengajaran, terdiri atas dua kata yaitu “Metodologi” dan “Pengajaran”. “Metodologi” terdiri pula atas metoda dan logi. Logi berasala dari kata logos yang berarti ilmu. Jadi, metodologi ialah suatu ilmu yang membicarakan cara atau jalan yang harus di lalui untuk mencapai tujuan atau menguasai kompetensi tertentu. Pengajaran berasal dari kata “ajar” di tambah awalan “pa” dan akhiran “an” sehingga menjadi kata “pengajara”, yang berarti proses penyajian atau bahan pelajaran yang disajikan. dengan demikian metodologi pengejaran berarti suatu ilmu yang membicarakan tentang jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuanb pembelajaran atau menguasai kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam sialbus mata pelajaran.
Metodologi pendidikan tidak akan adan artinya kalau tidak dilaksanakan dalam praktek pendidikan. Pelaksanaan Metodologi pendidikan itu dalam pendidikan disebut “metode mengajar”.

B. Penggunaan Metode
Langgulung berpendapat bahwa penggunaan metode didasarkan atas tiga aspek pokok yaitu:
1. Sifat-sifat dan kepentingan yangberkenaan dengan tujuan utama pendidikan Islam, yaitu pembinaan manusia mukmin yang mengaku sebagai hamba Allah.
2. Berkenaan denagn metode-metode yang betul-betul berlaku yang disebutkan dalam Al-Qur’an atau disimpulkan dari padanya.
3. Membicarakan tentang pergerakan (motivation) dan disiplin dalam istilah Al-Qur’an disebut ganjaran (shawab) dan hukuman (‘iqab).
Dalam pendidikan yang diterapkan di Barat, metode pendidikan hampir sepenuhnya tergantung kepada kepentinganpeserta didik, para guru hanya bertindak sebagai motivator, stimulator,fasilitator, ataupun hanya sebagai instruktur. sistem yang cenderung dan mengarah kepada pesert didiksebagai pusat (child centre) ini sangat menghargai adanya perbedaan individu para peserta didik. Hal ini menyebabkab para guru hanya bersikap merangsang dan mengarahkan para peserta didik mereka untuk belajar dan mereka diberi kebebasan, sedangkan pembentukan karakter dan pembinaan moral hampir kurang menjadi perhatian guru.
Upaya guru untuk memilih metode yang tepat dalam mendidik peserta didiknya adalah disesuaikan pula dengan tuntutan berhadapan dengan peserta didiknya ia harus mengusahakan agar pelajran yang diberikan kepada peserta didik-peserta didiknya itu supaya mudah diterima, tidaklah cukup dengan bersikap lemah lembut saja. Ia harus memikirikan metode-metode yang akan digunakannya, seperti memilih waktu yang tepat, materi yang cocok, pendekatan yang baik, efektivitas penggunaan metode dan sebagainya. Untuk itu seorang guru dituntutagar mempelajari berbagai metode yang digunakan dalam mengajarkan suatu mata pelajaran, seperti bercerita, mendemonstransikan, mencobakan, memecahkan masalah, mendiskusikan yangd igunakan oleh ahli pendidikan Islam dari zaman dahulusampai sekarang, dan mempelajari prinsip-prinsip metodologi dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw.
selain itu harus pula diperhatikan tahapan-tahapan penggunaan metode sesuai dengan turunya ayat-ayat Al-Qur’an secara bertahap yang menjawab masalah-masalah yang timbul saat itu, hal itu membuktikan bahwa metode Al-Qur’an adalah pendeklatan masalah/problem yang terjadi sehari-hari (problem solving), demikian juga dengan hadits Nabi.

C. Dasar Metode Pendidikan Islam
Metode pendidikan Islam dalam penerapannya banyak menyangkut permasalahan induvidual atau sosial peserta didik dan pendidik itu sendiri, sehingga dalam menggunakan metode seorang pendidik harus memperhatikan dasar-dasar umum metode Pendidikan Islam. Sebab metode pendidikan itu hanyalah merupakan sarana atau jalan menuju tujuan pendidikan, sehingga segala jalan yang ditempuh oleh seorang pendidik haruslah mengacu pada dasar-dasar metode pendidikan tersebut. Dalam hal ini tidak bisa terlepas dari dasar agamis, biologis, psikologis dan sosiologis.
1. Dasar Agama
Pelaksanaan metode pendidikan Islam, yang prakteknya banyak terjadi diantara pendidik dan peserta didik dalam kehidupan masyarakat luas, memberikan dampak yang besar terhadap kepribadian peserta didik. oleh karena itu, agama merupakan salah satu dasar metode pendidikan dan pengajaran oleh pendidik.
Al-Qur’an dan Hadits tidak bisa dilepaskan dari pelaksanaan metode pendidikan Islam. dalam kendudukannya sebagai dasar ajaran Islam, maka dengan sendirinya, metode pendidikan Islam ahrus merujuk pada kedua sumber ajaran tersebut. Sehingga segala penggunaan dan pelaksanaan metode pendidikan Islam tidak menyimpang dari tujuan pendidikan itu sendiri. Misalnya dalam mata pelajaran olah raga, maka seorang pendidik harus mampu menggunakan metode yang didalamnya terkandung ajaran Al-Qur’an dan Al-Hadits, seperti masalah pakaian yang islami dalam olah raga.
2. Dasar Biologis
Perkembangan biologis manusia, mempunyai pengaruh dalam perkembangan intelektualnya. Sehingga semakin lama perkembangan biologi seseorang, maka dengan sendirinya maikn meningkat pula daya intelektualnya. dalam memberikan pendidikan dan pengajaran dalam pendidikan Islam, seorang pendidik harus memperlakukan perkembangan biologis peserta didik.
perkembangan jasmani (biologis) seorang juga mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap dirinya. Seorang yang memnderita cacat jasmani akan mempunyai kelemahan dan kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh orang normal, seorang yang mempunyai kelainan pada matanya (rabun jauh), maka dia cenderung untuk duduk dibangku barisan depan karena dia berada didepan, maka dia tidak bermain-main pada waktu guru memberikan pelajarannya, sehingga dia memperhatikan seluruh uraian guru. Karena hal itu berlangsung terus-menerus, maka dia akan mempunyai pengetahuan lebih dibanding dengan teman lainnya, apalagi dia termotivasi dengan kelainan mata tersebut.
Berdasarkan hal ini, maka dapat dikatakan bahwa perkembangan jasmani dan kondisi jasmani itu sendiri, memegang peranan yang sangat penting dalam proses pendidikan. Sehingga dalam menggunakan metode pendidikan seorang pendidik harus memperhatikan kondisi biologis peserta didik. Seorang peserta didik yang cacat akan berpengaruh terhadap prestasi peserta didik, baik pengaruh positif maupun negatif. Hal ini memberikan hikmah dari penciptaan Tuhan, maka dengan harapan besar pendidik dapat memberikan pengertian secukupnya pada peserta didiknya untuk menerima penciptaan Allah yang sedemikian rupa.
3. Dasar Psikologis
Metode pendidikan Islam baru dapat di terapkan secara efektif, bila didasarkan pada perkembangan dan kondisi psikologis peserta didik. Sebab perkembangan dan kondisi psikologis peserta didik memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap internalisasi nilai dan transformasi ilmu. Dalam kondisi jiwa yang labil (jiwa yang tidak normal), menyebabkan transformasi ilmu pengathuan dan internalisasi nilai akan berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam menggunakan metode pendidikan Islam berupa sejumlah kekuatan psikologis peserta didik juga perlu memperhatikan kondisi jasmani peserta didik juga perlu memperhatikan kondisi jiwa dan rohaninya, sebab manusia pada hakikatnya terdiri dari dua unsur. Yaitu jasmani dan rohani, yang kedua-duanya merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.
Kondisi psikologis yang menjadi dasar dalam metode pendidikan Islam berupa sejumlah kekuatan psikologis peserta didik termasuk motivasi, emosi, minat,sikap, keingginan, kesediaan, bakat-bakat, dan kecakapan akal (intelektualnya). Sehingga seorang pendidik dituntut untuk mengembangkan potensi psikologis yang ada pada peserta didik.
4. Dasar Sosiologis
Interaksi yang terjadi antara sesama peserta didik dan interaksi antara guru dan peserta didik, merupakan interaksi timbal balik yang kedua belah pihak akan saling memberikan dampak positif keduany. Dalam kenyataan secara sosiologi seseorang individu dapat memberikan pengaruh pada lingkungan sosial masyarakatnya dan begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, guru sebagai pendidik dalam berinteraksi dengan peserta didiknya hendaklah memberikan tauladan dalam proses sosialisasi dengan pihak lainnya, seperti di kala berhubungan dengan peserta didik, sesama guru, karyawan, dan kepala sekolah.
Interaksi pendidikan yang terjadi dalam masyarakat justru memberikan pengaruh yangsangat besar terhadap perkembangan peserta didik dikala ia berada dilingkungan masyarakatnya. Kadang-kadang interaksi/pengaruh dari masyarakat tersebut berpengaruh pula terhadap lingkungan kelas dan sekolah.
Salah satu fungsi pendidikan adalah proses pewarisan nilai budaya masyarakat dari satu generasi kepada generasi berikutnya atau oleh pihak yang lebih tua kepada yang lebih muda. Dalam interaksi sosiologis terjadi pula proses pembelajran. Dengan demikian dapatlah dipahami bahwa, dasar penggunaan sebuah metode pendidikan Islam salah satunya adalah dasar sosiologis, baik dalam interaksi yang terjadi antara peserta didik dengan peserta didik, guru dengan masyarakat, dan peserta didik dengan masyarakatbahkan diantara mereka semua dengan pemerintah. Dengan dasar diatas, seorang pendidik dalam menginternalisasikan nilai yang sudah ada dalam masyarakat (social value) diharapkan dapat menggunakan metode pendidikan Islam agar proses pembelajaran tidak menyimpang jauh dari tujuan pendidikan Islam itu sendiri.
D. Prinsip- Prinsip Metode Mengajar
Agar dapat efektif, maka setiap metode harus memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:
a) Metode tersebut harus memanfaatkan teori kegiatan mandiri.
b) Metode tersebut harus dimanfaatkan hukum pembelajaran.
c) Metode tersebut harus berawal dari apa yang sudah diketahui peserat didik.
d) Metode tersebut harus didasarkan atas teori dan praktek yang terpadu dengan baik yang bertujuan menyatukan kegiatan pembelajaran. Ilmu tanpa amal amal (praketk) seperti kayu tanpa buah.
e) Metode tersebut harus memeperhatikan perbedaan-perbedaan individual dan menggunakan prosedur-prosedur yang sesuai dengan ciri-ciri pribadi seperti kebutuhan, minat serta kematangan mental dan fisik.
f) Metode harus merangsang kemampuan berpikir dan nalar para peserta didik.
g) Metode tersebut harus disesuaikan dengan kemajuan peserat didik dalam hal ketrampilan, kebiasaan, pengetahuan, gagasan, dan sikap peserta didik, karena semua ini merupakan dasar psikologis perkembangan.
h) Metode tersebut harus menyediakan bagi peserta didik pengalaman-pengalaman belajar melalui kegiatan belajar yang banyak dan bervariasi.
i) Metode tersebut harus menantang dan memotivasi peserta didik kearah kegiatan-kegiatan yang menyangkut proses deferensiasi dan integrasi.
j) Metode tersebut harus memberi peluang bagi peserta didik untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.
k) Kelebihan suatu metode dapat menyempurnakan kekurangan/kelemahan metode lain.
l) Satu metode dapat di pergunakan untuk berbagai jenis materi atau mata pelajaran satu materi atau mata pelajaran memerlukan banyak metode.
m) Metode pendidikan Islam harus digunakan dengan prinsip fleksibel dan dinamis.
E. Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Metode Mengajar.
1. Tujuan yang hendak dicapai.
2. Peserta Didik.
3. Bahan Pelajaran
4. Fasilitas.
5. Situasi.
6. Partisipasi.
7. Guru.
8. Kebaikan dan kelemahan metode tertentu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: