Just another WordPress.com weblog

KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukr kita kepada kehadirat allah yang maha kuasa karena berkat rahmat dan hidayahnya penulis bisa menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya. Solawat serta salam tercurahkan kepada Rasul akhir zaman muhammad saw kepada sahabatnya, tabiin, dan keluarganya serta pengikutnya dan rahmatnya semoga tercurah kepada kita.
Tak lupa kusampiakan salamku pada Dosen saya yang sudah menyumbangkan inspirasinya kepada saya untuk membuat makalah ini dan juga kuucapakan banyakan terimakasih kepada teman-teman yang sudah membantu terselesainya makalah ini.
Dan segala kelebihan dan kesempurnaan hanya milik Allah, dan bila ada kekurangan dalam makalah ini mohon saran dan kritikan ataupun tangapan dari teman-teman ataupun dosen.

Sekian dan terimakasih

Manado,…….2011
Penulis

Budi Purnama

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sebagai suatu sistem, pendidikan memiliki sejumlah komponen yangs aling berkaitan antara satu dan lainnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Komponen pendidikan tersebut antara lain komponen kurikulum, guru, metode, sarana prasarana, dan evaluasi. Dari sekian komponen pendidikan tersebut, guru (pendidik) merupakan komponen pendidikan terpenting, terutama dalam mengatasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan. Dalam kaitan ini Mochtar Buchori mengatakan bahwa yang akan dapat memperbaiki situasi pendidikan pada kahirnya berpulang dari paradigma guru (pendidik) yang sehari-hari bekerja dilapangan, bukan hanya berkaca dari pendidik saja tapi bagaimana kita melihat paradigma peserta didik (perannya dalam dunia pendidikan).
Dengan keadaan perkembangan masyarakat, maka mendidik merupakan tugas berat dan memerlukan seseorang yang cukup memiliki kemampuan yang sesuai dengan jabatan tersebut. Mendidik adalah pekerjaan yang profesional yang tidak dapat diserahkan kepada sembarang orang.
B. Rumusan Masalah
Dengan adanya pembahasan ini dapat diuraikan rumusan permasalahannya sebagai berikut:
a) Penjelasan paradigma pendidik (guru) bila dilihat dari kinerja nya
b) Penjelasan paradigma peserta didik dalam menjawab problem yang terjadi dalam lingkup pendidikan

BAB II
PARADIGMA PENDIDIK DAN PRADIGMA PESERTA DIDIK

Pada hakekatnya, struktur dan mekanisme praktek pendidikan yang tengah kita laksanakan berdasarkan pada pembaharuan pendidikan yang lahir di Amerika Serikat pada tahun 50-an yang hanya menitikberatkan pada metode agar siswa menguasai basic skills dan mata pelajaran yang diajarkan. Struktur dan mekanisme praktik pendidikan tersebut dalam implementasinya di negara-negara sedang berkembang menghasilkan suatu sistem pendidikan yang tidak sensitive terhadap ide-ide baru dan perkembangan masyarakat, khususnya perkembangan dunia kerja. Seperti, pendidikan mengabaikan ide-ide baru tentang peran pendidikan dalam masyarakat yang berubah atau era globalisasi sistem pendidikan mengabaikan hakekat peserta didik sebagai individu yang memiliki karakteristik tertentu, pendidikan mengabaikan adanya kecenderungan perkembangan demokrasi dari demokrasi formal ke arah demokrasi substansial.
Ditinjau berdasarkan paradigma pendidikan: lnput-Proses-Output, struktur dan mekanisme praktik pendidikan yang dilaksanakan tersebut terlalu menekankan aspek proses. Hal ini tidak aneh karena pengambil kebijaksanaan mendasarkan pada premis bahwa kalau proses berjalan dengan baik secara otomatis akan menghasilkan output yang berkualitas. Oleh karena itu, kebijaksanaan yang diputuskan adalah mengatur proses dengan mengembangkan kebijakan agar para guru dapat dan harus melaksanakan perilaku sebagaimana yang telah ditentukan sehingga proses dapat berjalan sebagaimana yang telah dirancang dan diyakini akan menghasilkan output yang berkualitas. Para pengambil kebijaksanaan tidak pernah membayangkan atau tidak mau tahu bahwa proses pendidikan tidak dapat diseragamkan. Terlalu banyak variasi yang tidak memungkinkan seragamisasi proses pendidikan tersebut.
A. Paradigma Pendidik
Paradigma Pendidik merupakan pandangan atau pemikiran pendidik (guru) untuk melihat sejauh mana peranan pendidikan di era sekarang yang mungkin bila dilihat bahwa sebenarnya praktek-praktek pendidikan tidak bisa samapai ke tujuan pendidikan apabila tidak ada peranan dan dukungan dari peserta didik.
Secara sederhana paradigma pendidik meliputi:
1. Karakter Guru yang Profesional
Pada mulanya kata profesi seperti yang kiita pergunakan sekarang ini arti sebenarnya tidak lain dari pernyataan atau pengakuan tentang bidang pekerjaan atau bidang pengabdian yang dipilih. Jadi, seseorang yang menyatakan bahwa profesinya sebagai ahli musik , sebenarnya tidak lain daripada memberitahukan kepada orang lain bahwa bidang pekerjaan yang dipilihnya adalah bermain musik. Dalam hubungan ini disepakati adanya tiga kriteria suatu pekerjaan profesional, yaitu:
a. Mengandung unsur pengabdian
Setiap profesi dikembangkan untuk memberikan pelayanan tertentu kepada masyarakat. Pelayanan itu dapat berupa peyanan individual, dsb.
b. Mengandung unsur idealisme
Setiap profesi bukanlah sekadar mata pencaharian atau bidang pekerjaan yang mendatangkan materi saja, melainkan dalam profesi itu tercakup penegrtian pengabdian pada suatu yang luhur dan idealis, seperti mengabdi untuk tegaknya keadilan, kebenaran, meringankan beban penderitaan sesama manusia, dsb. Dengan demikian, setiap orang yang menggangap dirinya sebagai anggota suatu profesi harus benar-benar mengetahui pengabdian apa yang akan diberikannya kapada masyarakat.
c. Mengandung unsur Pengembangan
Setiap bidang profesi mempunyai kewajibanuntuk menyempurnakan prosedur kerjayang mendasari pengabdiannya secara terus-menerus. Secara teknis, profesi tidak boleh berhenti atau mandek. kalau kemandekan teknis itu terjadi, profesi itu dianggap sedang mengalamiproses kelayuan (decaying) atau sudah mati.
2. Tugas utama para guru
Secara sederhana tugas guru adalah mengarahkandan membimbingpara murid agar semakin terbina dan berkembang profesinya. Dalam hubungan iniada sebagian ahl yang mengatakan bahwa guru yang baik adalah guru yang mampu mengilhami murid-muridnya. Melalui kegiatan mengajaryang dilakukan seorang guru mampu mendorong para siswa agar mampu mengemukakan gagasan-gagasan yang besar dari murid-muridnya. dapat dikatakan bahwa tugas pokok seorang guru yaitu mendidik dan mengajar atau sebagai konselor dalam menghadapi sekian masalah yang ada pada peserta didik.
B. Paradigma Peserta Didik
Paradigma peserta didik merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh peserta didik dalam menjawab persoalan yang terjadi dalam dunia pendidikan, yang mungkin misalnya output dari penddikan condong pada hasil yang tidak maksimal atau mungkin dapat dikatakan lari dariu tujuan pendidikan yang sebenarnya. Para koruptor, korupsi, kasus suap yang mungkin aktor dibalik semua itu adalah orang-orang yang bergelut atau output dari pendidikan itu sendiri. hal ini menjadi tanda tanya besar, dan sudah seharusnya pdari peserta didik harus memberikan konstribusi untuk tidak terjadi kedua kalinya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pada hakekatnya, struktur dan mekanisme praktek pendidikan yang tengah kita laksanakan berdasarkan pada pembaharuan pendidikan yang lahir di Amerika Serikat pada tahun 50-an yang hanya menitikberatkan pada metode agar siswa menguasai basic skills dan mata pelajaran yang diajarkan. Struktur dan mekanisme praktik pendidikan tersebut dalam implementasinya di negara-negara sedang berkembang menghasilkan suatu sistem pendidikan yang tidak sensitive terhadap ide-ide baru dan perkembangan masyarakat, khususnya perkembangan dunia kerja. Paradigma Pendidik merupakan pandangan atau pemikiran pendidik (guru) untuk melihat sejauh mana peranan pendidikan di era sekarang yang mungkin bila dilihat bahwa sebenarnya praktek-praktek pendidikan tidak bisa samapai ke tujuan pendidikan apabila tidak ada peranan dan dukungan dari peserta didik.Para koruptor, korupsi, kasus suap yang mungkin aktor dibalik semua itu adalah orang-orang yang bergelut atau output dari pendidikan itu sendiri. hal ini menjadi tanda tanya besar, dan sudah seharusnya pdari peserta didik harus memberikan konstribusi untuk tidak terjadi kedua kalinya.
B. Saran
Adanya permaslahan yang ditimbulkan pada pembahasan ini sangatlah diharpkan masukan, kritikan yang sifatnya membangun demi tersempurnanya makalah ini. Terimakasih.

DAFTAR PUSTAKA

Dr. Ahmad Tafsir, Paradigma Pendidik dalam dunia Islam, Bandung: Rosda, 1990

Dr. Ahmad Tafsir, Paradigma Pendidikan islam, Bandung: Rosda, 1990

Dr. Arif S. Sadiman, DKK, Paradigma diera Pendidikan Modern, Jakarta: Pustekkom Dikbud,

Prof. Dr. Nasution, Paradigma Pendidik, Jakarta: Bumi Aksara, 2005

Dr. Arif S. Sadiman, DKK, Paradigma Peserta didik , Jakarta: Pustekkom Dikbud, 1984

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: